JEMBER — Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i (STDIIS) menyelenggarakan Studium Generale Semester Ganjil 2025/2026 pada Senin, 8 September 2025 atau bertepatan dengan 15 Rabiulawal 1447 H. Acara berlangsung di Masjid Ar-Rahmah untuk mahasiswa dan di Aula Malik bin Anas untuk mahasiswi, mulai pukul 09.30 WIB hingga menjelang zuhur.

Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Muhammad Rezki Hr, Ph.D., alumni Newcastle University, dengan tema “Melebarkan Lingkar Waktu”. beliau membagikan kiat-kiat manajemen waktu bagi mahasiswa agar tetap produktif meski dengan rutinitas padat.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua STDIIS, Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A., yang menekankan bahwa kunci sukses seorang muslim adalah pengelolaan waktu. Beliau mengingatkan pentingnya amanah waktu yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai:…” HR. Tirmidzi no. 2417, yang di antaranya menyangkut masa muda dan umur, dan hal itu berpusar pada waktu.


Dalam penyampaian materi, Ustadz Muhammad Rezki menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki waktu yang sama yakni 24 jam sehari, tujuh hari sepekan, namun produktivitas tiap orang berbeda. Perbedaan itu terletak pada “lingkar waktu”, yakni cara seseorang memanfaatkan setiap jam yang dimilikinya.



Beliau mendorong mahasiswa untuk memperluas lingkar waktunya dengan beramal shalih di antaranya: berbakti kepada orang tua, menjaga silaturahmi, memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, dan memaksimalkan waktu pagi. Mengutip doa Nabi ﷺ:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
beliau menekankan pentingnya tidak tidur pagi agar produktivitas sepanjang hari meningkat melalui cascading effect.
Lebih lanjut, ia mencontohkan pola produktif para ulama dahulu, yakni menyesuaikan aktivitas dengan karakter waktu: menghafal di waktu sahur, meneliti dan berdiskusi pada pagi hari, menulis di siang hari, serta menelaah pada malam hari.
