Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember resmi menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Yayasan Amanah Umat Mulia (YAUMI) Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat lantai 2 Gedung Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dan dihadiri oleh jajaran pimpinan STDIIS serta lima perwakilan dari Yayasan Yaumi.
Sambutan pembuka disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zaky Abdillah, Lc., selaku Mudir Yayasan Amanah Umat Mulia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan dan sambutan hangat dari STDIIS. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk belajar dan menyerap pengalaman STDIIS dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam, agar Yayasan YAUMI dapat berkontribusi lebih optimal dalam mewujudkan visi dan misi dakwah sesuai dengan manhaj salaf, Ahlussunnah wal Jama’ah.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ustadz Dr. Anas Burhanuddin, M.A. Beliau berharap kerja sama yang terjalin melalui MoU ini bisa memberikan manfaat yang nyata bagi kedua lembaga. Menurutnya, MoU ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi sarana peningkatan kualitas dan ajang saling meng-upgrade diri.


Memasuki sesi diskusi, Ustadz Mu’tashim, M.A., selaku Pembina Yayasan Amanah Umat Mulia, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat ditindaklanjuti dengan pendampingan kualitas pembelajaran di Yaumi. Ia berharap lulusan Yaumi memiliki arah pendidikan yang jelas dan dapat terus melanjutkan pembelajaran agama hingga ke jenjang pendidikan tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Ustadz Anas menjelaskan bahwa saat ini banyak pondok pesantren berupaya mengakomodasi minat santri di bidang IPA, informatika, dan disiplin ilmu lainnya, namun tetap dalam lingkungan yang islami. Di sinilah peran lembaga pendidikan untuk terus memfasilitasi, mengarahkan, serta memberikan teladan agar para santri tetap terdorong mendalami ilmu agama secara berkelanjutan.
Dalam diskusi tersebut juga Ustadz Mu’tashim menyinggung banyaknya alumni Yaumi yang memilih untuk melanjutkan studi melalui program I’dad Lughawi. Ustadz Mu’tashim berharap STDIIS dapat memberikan masukan sebagai bahan evaluasi bagi Yaumi. Di sela diskusi, beliau turut menyampaikan penilaian positif bahwa alumni STDIIS dinilai unggul dalam kemampuan mengajar dibandingkan alumni perguruan tinggi lainnya, Hal ini disambut dengan rasa bangga serta bahagia oleh Ustadz Anas.
Sebagai tindak lanjut, Ustadz Mu’tashim juga mengusulkan agar mahasiswi STDIIS dapat terlibat melalui program KKN untuk melakukan presentasi dan pengenalan STDIIS secara langsung di lingkungan Yaumi. Menurutnya, penyampaian dari sudut pandang mahasiswa dinilai lebih relevan, ramah, dan mudah diterima oleh para santri.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi yang berkelanjutan antara STDIIS Jember dan Yayasan Amanah Umat Mulia Yogyakarta dalam bidang pendidikan dan dakwah, serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pendidikan Islam di Indonesia.







