STDI Imam Syafi’i Jember pada hari Jum’at, 5 Desember 2025 atau 14 Jumadilakhir 1447 resmi menjalin kerja sama dengan Pesantren Imam Syafi’i Balikpapan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan di ruang rapat lantai dua gedung Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani kampus STDIIS. Kerja sama ini mencakup peningkatan kualitas di bidang pendidikan antara kedua lembaga.

Acara diawali dengan sambutan dari Mudir Pesantren Imam Syafi’i Balikpapan, Ustadz Abdurrahman Jihad. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa jumlah santri pesantren saat ini mencapai sekitar 700 orang yang berasal dari Balikpapan, Samarinda, Sangatta, bahkan Sulawesi, dan Lombok. Kunjungan dan kerja sama ini merupakan upaya untuk membuka peluang bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan agama ke jenjang lebih tinggi secara terarah, melihat kecenderungan atau orientasi masyarakat sekitar yang langsung memilih untuk bekerja setelah tamat SMA.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ustadz Dr. Anas Burhanuddin, M.A. mewakili Ketua STDIIS. Beliau memaparkan sejarah perkembangan STDIIS, mulai dari dibukanya perkuliahan pertama kali pada tahun 2010 dengan dua prodi (HKI dan Ilmu Hadis) untuk putra, kemudian pembukaan kelas putri pada tahun 2016, hingga dibukanya dua program studi baru pada tahun 2025, yakni Prodi Bahasa dan Sastra Arab serta Hukum Ekonomi Syariah. Saat ini total peserta didik STDIIS mencapai 2.803 orang, termasuk mahasiswa I’dad Lughawi. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua STDIIS yang berhalangan hadir, serta mengucapkan selamat datang kepada rombongan Pesantren Imam Syafi’i Balikpapan sebagai bentuk husnuzan kepada STDIIS atas kunjungan dan kepercayaan yang diberikan.

Dalam sesi diskusi, Ustadz Anas menjelaskan lebih rinci ruang lingkup kerja sama yang telah disepakati, mulai dari kaderisasi SDM, peluang jalur prestasi di PMB, beasiswa kader, hingga rekrutmen alumni. Beliau juga menyampaikan adanya opsi tambahan untuk mendaftar di STDIIS, yaitu tes IKLA. Opsi ini akan tersedia pada PMB 2026 untuk meningkatkan kualitas seleksi mahasiswa baru.
Wakil mudir Pesantren Imam Syafi’i Balikpapan sekaligus Sekretaris, Basuki Roswanto, S.Kom., menyampaikan pertanyaan terkait kemungkinan pembukaan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Menanggapi hal tersebut, Ustadz Anas menyampaikan bahwa program tersebut berada dalam rencana kerja bidang akademik dan sejalan dengan tren kebutuhan pendidikan saat ini, beliau berharap program tersebut bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis bagi kedua lembaga dalam memperkuat jaringan pendidikan Islam, meningkatkan kualitas SDM, dan membuka lebih banyak peluang bagi santri serta mahasiswa untuk melanjutkan studi dan berkiprah dalam bidang dakwah dan pengabdian masyarakat. Dengan MoU ini, diharapkan terjalin hubungan yang lebih erat, produktif, dan berkesinambungan antara STDI Imam Syafi’i Jember dan Pesantren Imam Syafi’i Balikpapan.


