Senin, 29 Rabiulawal 1447 atau 22 September 2025, STDI Imam Syafi’i Jember kembali melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman. Kali ini bersama Pondok Pesantren Al-Manshur Al-Islamy Kediri. Acara berlangsung selepas salat zuhur di ruang rapat Gedung Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani. Ketua STDIIS beserta jajaran dan rombongan Ponpes Al-Manshur hadir dalam pertemuan ini.

Dalam sambutan pembuka, Ketua STDIIS Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. menyampaikan bahwa dakwah telah berkembang dan bisa ditempuh baik melalui jalur formal maupun informal. Namun, tujuan akhirnya tetap sama, yaitu dakwah di jalan Allah. Beliau menekankan pentingnya sinergi antar lembaga Islam, mengambil manfaat dari keberhasilan lembaga lain, dan saling menguatkan.



Pembina Yayasan Ath Thoifah Al Manshuroh, Ustadz Arif Fathul Ulum, Lc., menyambut baik kerja sama ini. beliau menyebut MoU sebagai langkah awal untuk bersinergi lebih jauh. Menyamakan kurikulum di lembaga Islam, standarisasi lulusan, dan menyatukan capaian pembelajaran.
Mudir Ma’had, Ustadz Akhyar Rasyidi, Lc., M.H., menambahkan harapannya agar santri Ponpes Al-Manshur dapat melanjutkan studi di STDIIS. Menurutnya, hal ini akan membantu alumni untuk meneruskan ilmu yang sudah mereka pelajari dengan arah yang jelas, bukan sekadar ikut-ikutan teman saja.
Sementara itu, Puket I Bidang Akademik STDIIS, Ustadz Dr. Anas Burhanuddin, M.A., memaparkan poin-poin MoU. Beliau menegaskan bahwa STDIIS siap memfasilitasi kerja sama lebih jauh. Termasuk peluang jika Ponpes Al-Manshur membuka lowongan tenaga pengajar.
Pertemuan juga diisi dengan diskusi kelembagaan, di antara hal-hal yang dibahas adalah: kemungkinan mahasiswa STDIIS untuk melaksanakan KKN di Ponpes Al-Manshur, syarat-syarat mahasiswa untuk memperoleh beasiswa di STDIIS, dan permintaan adanya kerja sama dalam peningkatan kualitas SDM pengajar di pesantren Al-Manshur.








