Jember, Sabtu (26 Oktober 2025 / 18 Jumadil Awal 1447 H) — STDI Imam Syafi’i Jember terus memperkuat komitmennya dalam merealisasikan catur dharma perguruan tinggi dengan meningkatkan layanan pendidikan dan dakwah. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan STIQ Isy Karima Karanganyar.
Kerja sama ini mencakup beberapa lingkup, di antaranya: peningkatan kapasitas tenaga pendidik (training), penelitian bersama (joint research), kegiatan sosial dan dakwah, serta pengabdian kepada masyarakat (KKN).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua STDI Imam Syafi’i Jember, Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A., dan Ketua STIQ Isy Karima, Ustadz Akhmad Sulthoni, Lc., M.P.I.. Acara berlangsung di ruang rapat lantai 2 Gedung Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dan disaksikan oleh jajaran Yayasan Peduli Islam Isy Karima, staf STDIIS, serta Ketua P3M dan Dakwah, Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.


Dalam sambutannya, Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat ditingkatkan hingga ke level MoA (Memorandum of Agreement). “Dengan adanya MoA, setiap divisi atau lembaga di STDIIS bisa menjalin kerja sama langsung sesuai bidangnya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Peduli Islam Isy Karima, dr. Zuhad Irfan, Sp.OT, menyampaikan rasa syukur dan bahagia dapat berkunjung ke STDIIS. “Kami berterima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar STDIIS. Semoga MoU ini menjadi langkah bersama dalam perjuangan dakwah dan pendidikan Islam,” ujarnya.








dr. Zuhad Irfan mengisi seminar kesehatan
Setelah penandatanganan MoU dan berlanjut ke sesi diskusi kelembagaan, dr. Zuhad Irfan menyempatkan diri untuk berbagi ilmu seputar kesehatan di Aula Imam Ar-Rafi’i dengan tema “Menjaga Kesehatan Tulang di Era Digital”. Dalam pemaparannya, beliau mengingatkan bahaya, serta resiko dari gaya hidup sedentari (aktivitas yang banyak dihabiskan dengan duduk atau berbaring) serta memberikan tips pencegahan melalui terapi dan kebiasaan sehat sehari-hari.
Seminar ini diikuti segenap staf tendik STDIIS, mengingat bahwa kehidupan kantor yang banyak menghabiskan waktunya dengan duduk lama di atas kursi. Seminar ini tentunya bisa memberikan insight yang bermanfaat bagi peserta seminar dalam mencegah berbagai isu kesehatan dari materi yang disampaikan.





