You are currently viewing P3M & Dakwah Dorong Sivitas Akademika Aktif Berdakwah di Media Sosial

P3M & Dakwah Dorong Sivitas Akademika Aktif Berdakwah di Media Sosial

Hari Sabtu, 22 November 2025 atau 1 Jumadilakhir 1447 bertempat di Aula Gedung Imam Ar-Rafi’i, STDIIS melalui P3M & Dakwah mengadakan pelatihan “Dakwah Digital” sebagai upaya memperkuat peran dakwah sivitas akademika khususnya para dosen di era media sosial. Menghadirkan Adam Sulaiman., S.sos, Tim Kreatif Yayasan Lorong Faradisa sebagai pemateri pada pelatihan kali ini.

Adam Sulaiman., S.sos, sebagai pemateri pelatihan

Dakwah sebagai Identitas dan Amanah

Ustadz Dr. Anas Burhanuddin, M.A. menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi sarana untuk mendapatkan wawasan baru dan sudut pandang yang lebih segar dalam berdakwah. Beliau menekankan bahwa nilai dakwah memiliki kedudukan penting di STDIIS, tercermin dari penambahan unsur dakwah dalam Caturdharma Pendidikan Tinggi STDIIS serta kata dakwah dalam P3M dan Dakwah. Hal ini menjadi penegasan bahwa kampus memiliki tanggung jawab nyata dalam berkiprah di dunia dakwah, khususnya berdakwah di media sosial.

Kemudahan dalam Berdakwah

Sementara itu, Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. berharap agar para peserta mampu memanfaatkan perangkat yang dimiliki, yaitu smartphone untuk menyampaikan pesan kebaikan. Beliau mendorong para ustadz untuk mandiri dalam membuat konten dakwah sederhana, tanpa harus bergantung pada tim produksi, sehingga manfaatnya bisa lebih cepat sampai pada masyarakatlewat dunia maya.

Materi Utama: Medsos sebagai Panggung Dakwah

Adam membuka sesi materi dengan memaparkan urgensi dakwah di media sosial. Berdasarkan data kebiasaan digital masyarakat, rata-rata pengguna menghabiskan sekitar tiga jam per hari di platform media sosial. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi para dai untuk menghadirkan konten yang bermanfaat.

Beliau menekankan bahwa siapa pun kini dapat membuat konten dakwah, dan hal tersebut bisa menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Ia juga menyebut media sosial sebagai “panggung dan mimbar masa kini,” tempat pesan-pesan kebaikan dapat disebarkan secara luas hanya melalui unggahan sederhana.

Pemateri juga mengajarkan langkah-langkah sederhana untuk mengunggah video pendek berupa nasehat atau faidah harian melalui platform Instagram.

Diskusi: Mengapa Harus Berdakwah?

Dalam sesi diskusi, pemateri yang kerap disapa “Mas Adam” mengajak peserta menggali alasan pentingnya dakwah digital. Salah satu jawaban datang dari Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A., yang menyampaikan bahwa memperbanyak konten yang haq adalah bagian dari upaya mengalahkan konten yang batil di ruang publik digital.

Adam menambahkan bahwa konsistensi menjadi kunci dari dakwah digital, karena tujuan akhirnya adalah memberi manfaat berkelanjutan bagi umat.

Sesi Praktik sebagai Penutup Acara

Selain pemaparan teori, pemateri mengajak peserta untuk segera mengunggah video singkat di akun masing-masing kemudian dievaluasi. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk keseriusan STDIIS dalam menjawab tantangan dakwah di era digital. Pelatihan ditutup dengan harapan bahwa langkah kecil melalui konten sederhana dapat menjadi pintu kebaikan besar bagi masyarakat luas.

Leave a Reply