STDIIS Jember menerima kunjungan studi banding dari Sekolah Tinggi Mutiara Bangsa Bekasi pada Selasa, 23 Desember 2025. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka studi banding dan diskusi kelembagaan, khususnya dalam memulai dan mengelola perguruan tinggi.
Pertemuan berlangsung di ruang rapat lantai dua Gedung Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani. Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan STDIIS serta perwakilan dari Sekolah Tinggi Mutiara Bangsa Bekasi. Diketahui, Sekolah Tinggi Mutiara Bangsa berada dalam satu yayasan yang menanungi SMA Future Gate Bekasi, yang sebelumnya telah menjalin sinergi dan kerja sama dengan STDIIS.
Dalam sambutannya, Ustadz Dr. Anas Burhanuddin, M.A. menyampaikan bahwa saat ini semakin banyak lembaga pendidikan Islam, khususnya di kalangan Salafi yang membuka jenjang pendidikan hingga perguruan tinggi. Menurut beliau, hal ini merupakan kabar gembira bagi perkembangan pendidikan Islam, namun sekaligus menjadi tantangan bagi STDIIS untuk terus berkembang, meningkatkan mutu, serta siap bersaing secara sehat dengan lembaga mitra lainnya.
Sementara itu, Ustadz Khusna Fachrudin, S.Pd., Lc., M.Ag., M.A. selaku perwakilan dari Sekolah Tinggi Mutiara Bangsa Bekasi menyampaikan bahwa lembaganya masih tergolong baru. Oleh karena itu, tujuan utama kunjungan ini adalah untuk belajar dari STDIIS sekaligus membuka peluang sinergi di masa mendatang. Ia berharap, melalui kerja sama dan pertukaran pengalaman, bisa memberikan bekal tambahan dalam menata, mengelola dan mengembangkan sekolah tinggi.
Pada sesi berikutnya, Ustadz Febri memperkenalkan jajaran pengurus Sekolah Tinggi Mutiara Bangsa Bekasi yang Surat Keputusannya (SK) baru terbit pada Maret 2025 lalu. Dalam sesi diskusi, dibahas sejumlah topik penting, antara lain terkait pengelolaan dosen homebase di setiap program studi beserta aturan-aturannya, peluang proyek bersama mahasiswa, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan dalam pengembangan dan pengelolaan kampus, khususnya pada masa awal pendirian perguruan tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Ustadz Dr. Anas Burhanuddin, M.A. menegaskan bahwa forum diskusi dan konsultasi tidak terbatas hanya pada pertemuan ini. Ia membuka ruang diskusi lanjutan, baik melalui pertemuan langsung maupun komunikasi jarak jauh. Beliau juga menekankan bahwa penyelenggara pendidikan tinggi tidak cukup hanya memastikan sistem akademik berjalan dengan baik, tetapi juga harus terus mengikuti dan menyesuaikan diri dengan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah.
Suasana diskusi berjalan hangat, tanggapan demi tanggapan diutarakan pada kesempatan ini, tujuannya jelas untuk memajukan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Adanya sinergi seperti ini diharapkan bisa terus berlanjut, STDIIS berharap untuk bisa terus memajukan kualitas pendidikannya dengan terus meningkatkan kompetensi dari berbagai unsur internal kampus.





