You are currently viewing Daurah Internasional Ilmu Fikih 2025

Daurah Internasional Ilmu Fikih 2025

Guna memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap fikih syafi’i, STDI Imam Syafi’i Jember menyelenggarakan Daurah Internasional Ilmu Fikih 2025. Syaikh Dr. Riyadh bin Ahmad Dhiyab hafizhahullah sebagai ahli fikih dengan mazhab syafi’i menjadi pemateri pada daurah kali ini. Kegiatan berlangsung pada 24-27 Rabiulawal 1447 atau 17-20 September 2025.

Daurah ini diinisiasi oleh Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) STDIIS bekerja sama dengan Fakih. Sebanyak 142 mahasiswa dan 76 mahasiswi mengikuti daurah yang dilaksanakan di Masjid Ar-Rahmah. Selama empat hari, peserta mengikuti 11 sesi kajian yang membahas kitab Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyyah karya Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Bafadhal Al-Hadhramiy.

Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.
Syaikh Dr. Riyadh bin Ahmad Dhiyab
Ustadz Arif Husnul Khuluq, S.H., M.H.

Acara dibuka secara resmi pada Selasa malam, tepatnya 16 September 2025 oleh Ketua STDIIS Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. Serta turut hadir Kaprodi HKI, Ustadz Arif Husnul Khuluq, S.H., M.H. Ustadz Arif menyampaikan rasa gembira dan bahagia atas kesediaan Syaikh mengisi daurah ilmu fikih. Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih, mengingat ini merupakan kunjungan kedua Syaikh di STDIIS.

Pembahasan fikih dimulai dari bab thaharah, salat, puasa hingga bab aqiqah, setiap bab dijelaskan secara ringkas dan diberikan berbagai ma’lumat oleh Syaikh Riyadh menggunakan bahasa Arab. Dalam satu hari daurah terbagi menjadi tiga sesi, yakni setelah salat subuh, selepas ashar, dan setelah maghrib. Suasana ilmiah semakin hidup dengan gaya penyampaian Syaikh Riyadh yang sesekali diselingi celetukan ringan.

Peserta menyimak penjelasan syaikh

Di sesi terakhir sebelum menutup majlis, syaikh Riyadh menegaskan kembali kepada segenap peserta daurah tentang tujuan menuntut ilmu. “Nasihatku untuk kalian adalah agar datangnya kalian ke majlis-majlis ilmu tidak hanya untuk mengumpulkan sertifikat ataupun iazah sanad. karena ijazah tidak menjadikanmu seorang penuntut ilmu. Jika kamu menekuni sebuah ilmu lalu kamu mengumpulkan ijazah maka itu menambah kebaikan di atas kebaikan,” tutur beliau di akhir sesi daurah.

Leave a Reply