KKN Mahasiswi STDIIS Jember, Pimpinan Al-Ishlah: “Mudah-mudahkan ini bukan yang pertama dan terakhir”

KKN Mahasiswi STDIIS Jember, Pimpinan Al-Ishlah: “Mudah-mudahkan ini bukan yang pertama dan terakhir”

Bondowoso (stdiis.ac.id) – Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STDIIS Jember kembali mengunjungi lokasi KKN di kota Bondowoso. Kedatangan Ustadz Dr. Syafiq dan tim mendapatkan sambutan langsung dari pimpinan ponpes Al-Ishlah.

Disinggung terkait kedatangan kali pertama mahasiswi STDIIS Jember di ponpes seluas 15 hektar ini, dia berharap STDIIS Jember menurunkan kembali mahasiswa dan mahasiswinya di kediamannya untuk tahun-tahun ke depan.

Masyaa Allah, Alhamdulillah, luar biasa, Mumtazah dan sangat terbantu. Dan mudah-mudahkan ini bukan yang pertama dan terakhir tapi terus berkelanjutan untuk yang akan datang”. Ungkap Ustadz Toha Yusuf Zakaria, Lc. Pimpinan Pondok Pesantren AL-Ishlah. (Kamis, 7 Dzulhijjah 1440 H.)

Lebih lanjut, Ustadz asli kota tape Bondowoso ini juga meminta Mahasiswi STDIIS Jember untuk terlibat aktif dalam kegiatan rutin pondok dan kegiatan interaksi dengan masyarakat, sesuai dengan bidang keilmuan yang diemban.

Ponpes yang menampung sekitar 2.000 santri ini memiliki satu lembaga bernama BINGUNG (Bina Lingkungan). Di dalamnya berisi kegiatan sosial seperti perngobatan gratis, khitanan massal, pembagian sembako, permodalan masyarakat, zakat dan penyaluran hewan Qur’ban.

Di tahun ini, Ponpes Al-Ishlah mendapatkan amanah dari masyarakat dan muhsinin dari dalam dan luar negeri, untuk menyembelih sekitar 1.500 ekor kambing dan sekitar 100 ekor sapi, untuk dibagikan kepada sekitar 20.000 masyarakat sekitar.

Dengan jumlah panitia sekitar 700 orang, proses penyembelihan hewan kurban dapat terselesaikan sebelum waktu ibadah sholat Dhuhur. Hal yang menjadi kebiasaan rutin tahunan ini tentunya menginspirasi Tim P3M STDIIS Jember untuk belajar banyak tentang managemen, pengolahan dan penyaluran hewan kurban yang baik.

Kunjungan P3M STDIIS Jember ini ditutup dengan satu kajian siang ba’da dhuhur oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Hasan, M.A. dan dihadiri oleh para santri, serta ratusan masyakat sekitar yang memadati masjid di kompleks Al-Ishlah.

Ponpes yang berlokasi di Kecamatan Grujukan ini telah beridiri sejak tahun 1969 dengan dengan nama awal Ponpes Miftahul Ulum, kemudian pada tanggal 4 Oktober 1974 berganti nama menjadi PonPes Al-Ishlah. Ponpes ini mencangkup kelompok bermain hingga perguruan tinggi (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *