You are currently viewing Ma’had Tahfidz Usman bin ‘Affan Malang Jalin Kerja Sama melalui Penandatanganan MoU

Ma’had Tahfidz Usman bin ‘Affan Malang Jalin Kerja Sama melalui Penandatanganan MoU

Kamis, 4 Desember 2025 atau 13 Jumadilakhir 1447, selepas salat Zuhur, STDI Imam Syafi’i Jember menerima kunjungan dari Mahad Tahfidz Utsman bin Affan (MTU) Malang. Kunjungan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Acara berlangsung di ruang rapat lantai 2 Gedung Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dan dihadiri oleh jajaran pimpinan MTU serta staf STDIIS.

Sambutan Ketua STDIIS

Dalam sambutannya, Ketua STDIIS, Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A., menegaskan kembali peran STDIIS sebagai tempat menuntut ilmu syar’i. Beliau menjelaskan bahwa kurikulum STDIIS mengadopsi kurikulum Universitas Islam Madinah. Beliau juga menekankan bahwa STDIIS hadir sebagai jawaban bagi para penuntut ilmu yang belum berkesempatan kuliah di Madinah bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena keterbatasan kuota.

Sambutan dari MTU Malang

Berikutnya sambutan yang disampaikan oleh Hamim Thobari, selaku Pengasuh MTU Malang. Beliau memperkenalkan karakteristik alumni MTU yang memiliki kekuatan di bidang hafalan Al-Qur’an, karena sejak awal santri-santri ditargetkan untuk menjadi para huffaz. Adanya penandatanganan MoU ini beliau berharap lulusan MTU dapat melanjutkan studi di STDIIS, salah satunya melalui jalur prestasi.

Sesi Diskusi

Sebelum penandatanganan MoU, acara berlanjut dengan sesi diskusi. Ustadz Arifin membuka diskusi dengan menanyakan jumlah santri MTU, yang kemudian dijelaskan oleh Ustadz Iwan, selaku bagian Kesantrian.

Menanggapi hal tersebut, Ustadz Arifin menyampaikan optimisme bahwa para penghafal Al-Qur’an tidak akan pernah habis dengan izin Allah. Beliau juga mendorong agar kuota santri dapat terus ditingkatkan. “Jika para penghafal Al-Qur’an semakin banyak dan mengamalkan hafalannya, insyaallah negara akan menjadi baik,” ungkapnya.

Penjelasan Teknis MoU

Hadir pula Ustadz Dr. Anas Burhanuddin, M.A., yang pada kesempatan ini menjelaskan poin-poin MoU yang disepakati serta bagaimana implementasinya di lapangan. Beliau juga menngingatkan, STDIIS memiliki UKM Huffazhul Wahyain, yaitu unit kegiatan mahasiswa yang memfasilitasi program tahfizh, baik menambah maupun muraja’ah hafalan. Tentunya UKM ini menjadi pilihan terbaik untuk diikuti alumni MTU yang menuntut ilmu di STDIIS

Penutup

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi penandatanganan MoU antara STDI Imam Syafi’i Jember dan Mahad Tahfizh Usman bin Affan Malang, MoU ini langsung ditandatangani oleh Ketua STDIIS dan Mudir MTU, Syaikh Osman Solih Ali Al-Makki

Leave a Reply