Kembali ke Semua Berita
Kabar Kampus

Dosen STDI Imam Syafi’i Jember Presentasikan Makalah Wasathiyyah dalam Konferensi ASEAN Ke-4

Dosen STDI Imam Syafi’i Jember Presentasikan Makalah Wasathiyyah dalam Konferensi ASEAN Ke-4

Dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember, Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A., berkesempatan menjadi pemateri dalam Konferensi ASEAN Ke-4 yang berlangsung di Kamboja pada 5–6 Oktober 2026. Konferensi internasional ini diselenggarakan atas kerja sama antara Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi dengan Kementerian Agama Kerajaan Kamboja.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Kerajaan Arab Saudi serta tujuh negara anggota ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Vietnam. Kehadiran para utusan dari berbagai negara tersebut membuka ruang diskusi ilmiah untuk bertukar wawasan sekaligus mempererat hubungan di bidang pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat.

Forum ini menjadi momentum bagi para akademisi dan dai untuk berkontribusi dalam pembahasan ilmiah mengenai penguatan nilai-nilai wasathiyyah (moderasi beragama) serta peran lembaga dan tokoh Islam dalam mewujudkan keunggulan umat.

Panggung Utama Konferensi ASEAN Ke-4 di Kamboja
Panggung utama Konferensi ASEAN Ke-4 di Kamboja.
Buka Foto Resolusi Penuh

Sejumlah akademisi dan dai asal Indonesia yang turut berpartisipasi dalam konferensi ini antara lain:

Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.

Dosen STDI Imam Syafi’i Jember

Dr. Abdullah Zaen, Lc., M.A.

Pengasuh Pondok Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga

Ustaz Muhammad Naim Sahuri, Lc., M.Pd.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Madina Boyolali

Ustaz Zulkarnain Muhammad Sanusi

Anggota Majelis Ulama Indonesia/MUI Sumatera Selatan

Dalam forum ilmiah tersebut, Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A., mempresentasikan makalahnya yang berjudul:

ريادة المملكة العربية السعودية في ترسيخ المنهج الوسطي من خلال النظام الأساسي للحكم — دراسة تحليلية

"Peran Strategis Kerajaan Arab Saudi dalam Mengukuhkan Prinsip Wasathiyyah Melalui Undang-Undang Dasar Pemerintahan: Sebuah Studi Analitis"

Makalah tersebut menelaah keterkaitan antara prinsip-prinsip wasathiyyah dan ketentuan dalam Undang-Undang Dasar Pemerintahan Arab Saudi. Pembahasannya mencakup landasan pemerintahan, pembangunan masyarakat, perlindungan hak, pendidikan, dakwah, serta hubungan internasional.

Suasana persidangan Konferensi ASEAN Ke-4
Suasana persidangan Konferensi ASEAN Ke-4 saat pemaparan makalah berlangsung.
Buka Foto Resolusi Penuh

Kesimpulan Presentasi

Dalam kesimpulan makalahnya, Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. menjelaskan bahwa prinsip wasathiyyah memiliki landasan yang kuat dalam kerangka hukum dan kelembagaan Kerajaan Arab Saudi. Hal ini tercermin dalam penegasan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama, penegakan keadilan, kemandirian lembaga peradilan, perlindungan hak, penguatan institusi keluarga, serta pemeliharaan persatuan masyarakat.

Prinsip tersebut juga tecermin dalam perhatian terhadap sektor pendidikan dan dakwah, tanggung jawab media massa dalam membangun masyarakat, serta pemenuhan perjanjian dan komitmen internasional. Dengan demikian, Undang-Undang Dasar Pemerintahan menjadi salah satu pilar penting bagi pengukuhan wasathiyyah dalam kehidupan bernegara.

Kajian ini menekankan bahwa wasathiyyah perlu dipahami secara utuh sebagai pendekatan yang berpijak pada Al-Qur’an dan Sunnah, menjunjung tinggi keadilan dan keseimbangan, serta mewujudkan kemaslahatan sesuai dengan tujuan syariat. Pemahamannya tidak cukup dibatasi pada posisi di antara dua kutub, melainkan harus didasarkan pada komitmen terhadap kebenaran serta sikap yang menjauhi tindakan berlebihan (ghuluw) maupun meremehkan ajaran agama.

Makalah tersebut juga merekomendasikan penguatan penelitian ilmiah tentang sistem ketatanegaraan yang berlandaskan syariat, pengkajian model Arab Saudi dalam mengintegrasikan nilai-nilai wasathiyyah ke dalam tata kelola negara, serta pengintegrasian pemahaman wasathiyyah ke dalam kurikulum pendidikan. Selain itu, peran lembaga akademik dan keagamaan perlu terus diperkuat untuk meluruskan pemahaman agama dan menangani penyimpangan pemikiran.

Arah Visi, Misi, dan Tujuan Konferensi

Berdasarkan pengantar dan tujuan penyelenggaraannya, Konferensi ASEAN Ke-4 ini berfokus pada visi untuk memperkuat keunggulan umat Islam yang berlandaskan syariat dan akhlak, dengan menjadikan nilai-nilai wasathiyyah sebagai pijakan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Adapun misi utama dari konferensi ini adalah mengukuhkan nilai-nilai wasathiyyah dan sikap seimbang, serta menampilkan berbagai upaya konkret untuk memperkuat keunggulan umat Islam.

Untuk mewujudkan arah tersebut, konferensi membahas landasan dan berbagai aspek keunggulan umat beserta sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya. Pembahasan ini disertai dengan penjelasan mengenai batasan-batasannya agar tetap berada dalam koridor syariat dan akhlak yang mulia. Forum ini turut memberikan perhatian terhadap berbagai ancaman, risiko, dan hambatan yang dihadapi umat, sekaligus merumuskan langkah strategis untuk mengatasinya.

Secara khusus, Konferensi ASEAN Ke-4 ini bertujuan untuk:

1

Menjelaskan landasan serta berbagai aspek keunggulan umat Islam.

2

Menguraikan batasan-batasan keunggulan umat dan mengingatkan ancaman yang dapat melemahkannya.

3

Menampilkan kontribusi nyata dari lembaga-lembaga Islam dalam memperkuat keunggulan umat.

4

Meningkatkan jaringan komunikasi antara lembaga dan tokoh Islam demi mewujudkan keunggulan umat secara berkelanjutan.

Keikutsertaan dosen STDI Imam Syafi’i Jember dalam konferensi tingkat internasional ini diharapkan dapat memperluas hubungan ilmiah, memperkaya wawasan akademik, serta mendukung pengembangan pendidikan dan dakwah. Presentasi ini menjadi bagian dari kontribusi akademik kampus dalam mengkaji penguatan nilai-nilai wasathiyyah dan penerapannya di tengah kehidupan masyarakat.

Semoga hasil pertemuan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan, mempererat hubungan antarlembaga dan tokoh Islam lintas negara, serta menguatkan sinergi dalam membina umat di atas ilmu, akhlak, dan nilai-nilai wasathiyyah.

Foto bersama upacara penutupan Konferensi ASEAN Ke-4 di Kamboja
Foto bersama pada upacara penutupan Konferensi ASEAN Ke-4 di Kamboja.
Buka Foto Resolusi Penuh

Galeri Foto Konferensi ASEAN Ke-4

Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. saat presentasi
Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. mempresentasikan makalah.
Suasana persidangan Konferensi ASEAN Ke-4
Suasana persidangan Konferensi ASEAN Ke-4.
Panggung utama Konferensi ASEAN Ke-4
Panggung utama Konferensi ASEAN Ke-4 di Kamboja.
Foto bersama upacara penutupan
Foto bersama delegasi pada upacara penutupan.