Diharapkan Menjadi Wadah Bagi Calon Penulis Hebat, Rijal Riset STDIIS Jember Gelar Seminar

Diharapkan Menjadi Wadah Bagi Calon Penulis Hebat, Rijal Riset STDIIS Jember Gelar Seminar

Jember (stdiis.ac.id) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rijal Riset STDIIS Jember menyelenggarakan sebuah seminar bertajuk “Tips Jitu Dalam Menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah” pada hari Sabtu, 14 Maret 2020 di Meeting Hall, Hotel Luminor Jember dan menghadirkan Tim Ahli LP2M UINSA Surabaya, Dr. Abdul Muhid, M.Si. sebagai pemateri.

Peserta seminar ini mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa-mahasiswi STDIIS Jember. Turut berpartisipasi juga peserta dari Universitas Islam Jember dan Ma’had Al-Qudwah.

(Foto: Ketua Panitia Memberikan Piagam Penghargaan Kepada Pemateri)

 “Latar belakangnya adalah agar minat Mahasiswa STDIIS Jember terhadap penulisan makalah ilmiah, lebih bangkit, karena (selama ini) kami melihat itu adalah masalah klasik dari awal dirintisnya UKM Rijal Riset.” Ungkap Sucipto, Ketua Panitia Seminar.

UKM di bawah bimbingan Dr. Irfan Yuhadi, M.S.I. ini berdiri sejak Bulan Desember tahun 2018 atas inisiatif dari Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STDIIS Jember, bertujuan untuk membantu para dosen dalam bidang penelitian dan penulisan

Pemateri melihat semangat menulis di kalangan peserta sangat luar biasa, kaya ide, tetapi masih memiliki kendala dalam mengemas ide itu menjadi sebuah karya tulis ilmiah.

“Biasanya organisasi kemahasiswaan kan lebih banyak penguatan keorganisasian, tetapi ini sudah ke pengembangan riset di kalangan mahasiswa. Ini (menurut saya) apresiasi luar biasa, perlu dikembangkan.” Ungkap Dr. Muhid.

Dalam presentasinya, Dr.Muhid menyampaikan poin-poin penting seputar karya tulis ilmiah, seperti ciri-ciri dan jenisnya, tahapan penyusunan,  literatur, sistematika penulisan, penentuan judul hingga tahap metode penelitian dan hasilnya.

Kegiatan seminar ini menjadi sangat penting, karena ada potensi yang dijembatani dengan semangat besar.

“Tinggal kita nunggu hasil karya ini diwujudkan. Entah itu dalam bentuk majalah, entah dalam bentuk artikel-artikel yang bisa dipresentasikan di level nasional maupun internasional, yang nanti di-publish dalam bentuk proceding.” Ujarnya Pemateri yang telah mengisi acara di Kampus STDIIS Jember sebanyak 4 kali ini.

(Foto: Antusiasme Peserta Seminar)

Menurut pemateri, kendala utama lain yang dihadapi para penulis adalah kurangnya budaya membaca. Apalagi di era keterbukaan informasi yang mudah diakses ini.

“Kalau dulu harus pergi ke perpustakaan besar, sekarang tidak, cukup membuka jaringan internet, semuanya sudah open journal system, artinya Journal bisa dibuka, di-download (dan) bisa dibaca dimanapun berada. Lah, tinggal kita ini budaya membaca yang kurang.” Terangnya.

Tidak sekedar modal membuka internet dan asal comot, seorang penulis atau peneliti juga mampu menyaring referensi yang benar dan jurnal-jurnal yang kredibel.

Pemateri juga berpesan kepada Rijal Riset STDIIS Jember sebagai komunitas literasi di Kampus agar menguatkan minat baca.

“Tidak bisa menutup diri, harus banyak membaca. Kerena dengan banyak membaca itu akhirnya tau mana yang akan ditulis.” Tegasnya.

Rijal Riset diharapkan menjadi tempat yang representatif bagi calon-calon penulis hebat. Maka harus ada media yang mewadahi publikasi tulisan mahasiswa, baik berupa blog ataupun website. Ke depan, bagi para peserta seminar, perlu adanya keberlanjutan kelas-kelas menulis yang dimonitoring oleh Tim Rijal Riset.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *