Kesan Mendalam Kepala Desa Pakis Soal KKN STDI Imam Syafi’i

Kegiatan KKN yang hanya berlangsung satu bulan ini memberikan kesan yang mendalam bagi mahasiswa maupun masyarakat. Tak terkecuali Bapak Jumadik, selaku kepala desa Pakis. “Kalian sudah saya anggap seperti anak sendiri,” ujar beliau di saat mahasiswa KKN berkunjung ke rumahnya sebelum kembali ke kampus. Di acara penutupan KKN pun beliau pernah berkata, “Sebenarnya sulit bagi saya melepas kalian. Saya ingin kalian tinggal di sini lebih lama lagi.” Hal senada juga diucapkan oleh para kiai dan tokoh masyarakat di desa tersebut. Mereka menilai mahasiswa KKN STDI Imam Syafi’i sangat berbeda dengan mahasiswa KKN kampus lainnya.

Bahkan sebagian masyarakat seperti anak-anak SD N Pakis 1 yang sering main ke balai desa, baik untuk mengikuti bimbel atau selainnya, menangis di saat mahasiswa hendak pergi kembali ke kampus. Begitu juga ibu-ibu di dusun Pertelon yang aktif menghadiri pengajian ibu-ibu. Mereka berharap desa Pakis menjadi tempat yang diprioritaskan menampung mahasiswa KKN dari STDI Imam Syafi’i Jember di kemudian hari.

Semoga kegiatan KKN ke depannya lebih baik lagi dan mampu menuai dakwah di masyarakat Jember khususnya. Amin.


One thought on “Kesan Mendalam Kepala Desa Pakis Soal KKN STDI Imam Syafi’i

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *