STUDIUM GENERAL “Kiat Merintis Lembaga Dakwah dan Pendidikan”

Hari Sabtu tanggal 6 Jumada Ula 1440/12 Januari 2019 adalah awal perkuliahan bagi mahasiswa/i STDIIS di semester genap. Sebelum memasuki masa perkuliahan, STDI Imam Syafi’ii menyelenggarakan agenda rutin yaitu Studium General, yang kali ini bertema Kiat Merintis Lembaga Dakwah dan Pendidikan dengan pembicara Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, Lc., M.A. Tema ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi mahasiswa/i mendapatkan inspirasi untuk merintis suatu lembaga dakwah maupun pendidikan.

Studium general diawali dengan pembukaan oleh Ketua STDI Imam Syafi’i Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. Beliau menyampaikan bahwa kita dapat banyak belajar dari pembicara, bagaimana kegigihan dan kerja keras beliau dalam mendirikan kampus kita tercinta STDI Imam Syafi’i.

Penyampaian materi oleh Ust. Dr. Ali Musri Semjan Putra, Lc., M.A., diawali dengan penjelasan tentang definisi antara merintis dengan mengelola. Merintis adalah mengawali pembentukan suatu lembaga hingga lembaga tersebut terbentuk, sedangkan mengelola adalah proses menjalankan lembaga yang sudah terbentuk dengan tetap memegang teguh ide dan tujuan awal lembaga tersebut didirikan.

Salah satu kunci keberhasilan dalam mendirikan lembaga dakwah atau pendidikan adalah memperbesar rasa optimisme dan jangan tergoyahkan dengan rintangan-rintangan yang dihadapi. Ingatlah sabda Nabi kita, Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam

احرص على ما ينفعك

“Semangatlah dalam (mengerjakan) sesuatu yang bermanfaat bagimu”

Berikut ini adalah beberapa kiat dalam merintis suatu lembaga dakwah atau pendidikan:

  1. Do’a.
  2. Ide.
  3. Niat yang diiringi dengan kemauan yang tinggi.
  4. Fokus.
  5. Rencana (visi dan misi).
  6. Mengetahui aturan-aturan dan syaratnya ketika ingin mendirikan sebuah lembaga
  7. Konsultasi.
  8. Mengetahui pihak yang berwenang.
  9. Terdapat pengajar, sarana prasarana dan tenaga administrasi.
  10. Memberikan tugas kepada ahlinya.
  11. Penyusunan program kerja dengan baik.
  12. Disiplin.
  13. Tingginya cita-cita.
  14. Adanya control.
  15. Pikirkan tempat yang nyaman bagi para pengajar dan pegawai.
  16. Biaya hidup harus ditanggung dengan baik.
  17. Ketika ingin mendirikan lembaga, maka lihatlah lingkungan sekitar, manakah yang lebih cocok, informalkah, nonformalkah atau formal

Semoga Allah Subhanahu Wa’ Ta’ala memudahkan langkah kita dalam kebaikan. hadza, wa shallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yaumiddin.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *