Puasa Paling Ringan

PUASA YANG PALING RINGAN

===============

📚Seorang tabi’in, yaitu Maimun Bin Mihraan rahimahullah berkata:
«إن أهون الصوم ترك الطعام والشراب». ” المحلى ” لابن حزم (6/ 179).
“Sesungguhnya puasa yang paling ringan adalah meninggalkan makanan dan minuman”.
Lihat: kitab “Al-Muhalla”, Ibnu Hazm 6/179.

❓Kenapa demikian? karena semua orang bisa menahan rasa lapar dan dahaga, terlebih lagi dalam kondosi terpaksa dan kesulitan, sehingga secara dhohir tidak ada perbedaan antara yang meninggalkan makanan dan minuman karena tidak memilikinya dengan yang meninggalkannya dari terbit fajar sampai terbenam matahari karena puasa, karena hal itu adalah rukun yang wajib dilakukan, akan tetapi hakikat puasa yang sesungguhnya adalah menahan diri dari seluruh yang diharamkan agama dari perkataan dan perbuatan, mata ikut berpuasa dari melihat yang haram, telinga berpuasa dari mendengar yang haram, lisan berpuasa dari perkataan yang haram, tangan berpuasa dari mengambil/memegang yang haram dan kaki berpuasa dari melangka ketempat yang haram.

✅Oleh karena itu Nabi shalallahu’alaihi wasallam menjelaskan bahwa puasa seseorang yang tidak meninggalkan perkatan dan perbuatan haram, tidak ada nilai dan pahalanya disisi Allah:
(من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه) رواه البخاري رقم: 1903.

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan haram dan perbuatan haram serta perilaku jahil, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan yang minumannya”. H. R Bukhari no. 1903.

📚Nabi shalallahu’alaihi wasallam juga bersabda:
” لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهِلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ، إِنِّي صَائِمٌ ” رواه ابن خزيمة رقم: 1996، قال الشيخ الأعظمي: إسناده صحيح.

“Bukanlah puasa sekedar menahan dari makan dan minum, sesungguhnya puasa adalah menahan diri dari yang sia-sia dan yang keji (haram), apabila seseorang mencelamu atau bersikap jahil kepadamu, katakan kepadanya: sesungguhnya saya berpuasa”.
H.R Ibnu Khuzaimah, no. 1996. Syaikh Al-A’dzami mengatakan: “sanadnya shohih”.

✳ Dan boleh jadi seseorang yang berpuasa tidak mendapatkan sesuatu darinya kecuali hanya rasa lapar dan dahaga, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam:
«رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ، وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ» رواه ابن ماجة (رقم: (1690) وابن خزيمة رقم: 1997، وقال الشيخ الأعظمي: إسناده صحيح.

“Boleh jadi seorang yang berpuasa tidak mendapatkan bagian dari puasanya kecuali lapar dan dahaga, dan boleh jadi seorang yang kiyamullail tiada bagian dari sholatnya kecuali hanya bergadang”.
H.R Ibnu Majah (1690) dan Ibnu Huzaimah no. 1997, Syaikh Al-A’dzami mengatakan: sanadnya shohih”.

🚫Oleh karena itu mari kita jaga dan pelihara puasa kita dari perkataan dan perbuatan haram dan seluruh hal-hal yang akan merusak atau mengurangi pahalanya.

📝 Dahulu para salafus sholeh banyak berwasiat dalam hal ini:

عن طليق بن قيس قال: قال أبو ذر – رضي الله عنه -: «إذا صُمْتَ فتحفَّظْ ما استطعْتَ» فكان طليق إذا كان يوم صيامه دخل، فلم يخرج إلا إلى صلاة. ” المحلى ” لابن حزم (6/ 179).

Dari Thaliq Bin Qais, beliau menuturkan: Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata: “apabila kamu berpuasa maka peliharalah semampumu”.
Dan Thaliq apabila pada hari berpuasa beliau masuk (menetap) rumah, tidak keluar kecuali untuk sholat berjama’ah. Lihat “Al-Muhallaa” karya Ibnu Hazam 6/179.

✅Mujahid rahimahullah mengatakan :
«من أحب أن يسلم له صومه؛ فليتجنب الغيبة والكذب». ” الزهد ” لهناد رقم (1203).
“Siapa yang ingin selamat puasanya, maka hendaklah ia meninggalkan gibah dan berdusta”.  Kitab “Az-Zuhd” karya Hannad, no: 1203.

✅ Shahabat yang mulia, Jabir Bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu perna berwasiat:

«إِذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُكَ وَبَصَرُكَ وَلِسَانُكَ عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَآثِمِ، وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ وَلْيَكُنْ عَلَيْكَ وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَلَا تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَيَوْمَ صِيَامِكَ سَوَاءً»  رواه ابن أبي شيبه في المصنف، رقم: 8880

“Apabila kamu berpuasa maka hendaklah pendengaran (telinga), mata dan lisanmu (ikut berpuasa) dari kebohongan dan dosa, jangan sakiti pembantu, hendaklah kamu dalam keadaan santun dan tenang pada hari berpuasa, dan jangan kamu jadikan hari tidak berpuasa sama dengan hari kamu berpuasa”.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam : Al-Mushannaf, no. 8880.

♻ Semoga Allah Ta’ala membimbing seluruh kaum muslimin untuk menjaga puasa mereka dari seluruh hal yang akan murusak atau mengurangi pahala dan keutamaannya, dan memberikan kepada kita pertolongan untuk  beribadah kepadaNya, Amiin.

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
“Ya..Allah, tolonglah kami untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta melakukan ibadah yang terbaik untukMu”

——————-

✍ Muhammad Nur Ihsan, Hafidzahullah
STDI Imam Syafi’I – Jember
2 Ramadhan 1438 H/ 28 May 2017 M.


 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *