PERNIAGAAN YANG TAK PERNAH MERUGI

th (8)Bismillah segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi dan Rasul paling mulia, juga kepada seluruh keluarga dan sahabat beliau serta pengikut setia beliau yang berpegang teguh dan menjaga sunnah-sunnah beliau hingga hari akhir dunia.

Hidup di dunia ibarat orang yang sedang berniaga. Barang dagangan yang ditawarkan pun berbeda-beda, diantara mereka ada yang menjual barang-barang dagangan yang baik-baik; minyak wangi misalnya, pakaian yang menutupi aurat, serta obat-obatan dan makanan yang sesuai standar syariat.

Ada jenis pedagang yang tidak menjual kecuali barang-barang yang buruk dan membinasakan; yang ia jual hanya minuman keras, rokok, dan segala macam jenis narkoba. Ada pula jenis pedagang yang ketiga; yaitu tipe pedagang yang menjual barang-barang yang campur baur; ada barang dagangannya yang baik dan bermanfaat, ada pula barang-barangnya yang buruk dan membinasakan harta dan jiwa.

Demikianlah kehidupan di dunia ini ibarat para pedagang yang berharap menuai untung berlipat. Namun kenyataanya tidak semua pedagang menuai untung dan laba, ada diantara mereka yang tidak memperoleh apa-apa bahkan pulang dengan membawa kerugian dan penyesalan. Mereka berniaga dengan Allah dengan perniagaan yang buruk dan bahkan membinasakan dirinya. Hingga kerugian, kebangkrutan, dan keputus asaan menyelimuti kehidupan dunia dan akhiratnya.

Saudaraku, iman dan amal perbuatan kita ibarat barang dagangan yang kita hadapkan untuk kita jual di hadapan Allah Ta’ala.

Allah subhanahu wata’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman jiwa dan harta benda mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 111)

Kemudian dalam ayat selanjutnya Allah menyebutkan sifat dan karakteristik orang-orang yang meraih keuntungan besar dari perniagaan mereka dengan Allah. Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah.” (QS. At-Taubah: 112)

Syaikh Abu Bakar Al-jazairi telah menafsirkan ayat yang mulia ini, beliau berkata, ”Ayat ini menyebutkan sifat-sifat dan karakteristik orang yang berniaga (dengan Allah dengan perniagaan yang disebutkan pada ayat sebelumnya-edt), mereka adalah orang-orang yang memiliki sembilan sifat: yang pertama “at-taa’ibuun” yaitu orang-orang yang senantiasa bertaubat dari perbuatan syirik dan maksiat; yang kedua “al-‘aabiduun” mereka adalah orang-orang yang mentaati Allah –ketaatan yang dipenuhi dengan kecintaan dan pengagungan kepada Allah yang disertai rasa takut kepada-Nya; yang ketiga: “al-haamiduun” mereka adalah orang-orang yang senantiasa memuji Allah dalam kondisi lapang maupun sempit bahkan dalam setiap kondisi: yang keempat: “as-saa’ihuun” mereka adalah orang-orang yang berpuasa sebagaimana disebutkan dalam hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Tamasyanya umatku adalah dengan berpuasa.” (HR. Thobroni). Didalam sunan Abu Dawud disebutkan riwayat yang lain bahwasanya Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya tamasyanya umatku adalah dengan berjihad dijalan Allah Ta’ala.” dan orang-orang yang keluar di jalan Allah untuk menuntut ilmu atau mengajarkanya atau untuk berperang (demi meninggikan kalimat Allah di muka bumi) atau menyeru manusia kejalan Allah agar menyembah kepada-Nya, mentauhidkan-Nya dan mentaati perintah dan larangan-Nya; yang kelima dan keenam: “ar-raaki’uun dan as-saajiduun” mereka adalah orang-orang yang menegakkan shalat dan memperbanyak shalat-shalat sunnah seolah-olah mereka selalu berada dalam kondisi ruku’ dan sujud; yang ketujuh dan kedelapan: mereka adalah orang-orang yang memerintahkan berbuat baik yaitu beriman kepada Allah, mentauhidkan-Nya, mentaati-Nya dan mentaati utusan-Nya dan orang-orang yang mencegah berbuat munkar yaitu berbuat kufur kepada-Nya dan menyekutukanNya di dalam beribadah serta bermaksiat kepada utusan-Nya (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam; yang kesembilan: orang-orang yang senantiasa menjaga batasan-batasan Allah yaitu dengan menjaga hukum-hukum-Nya dan mengamalkanya setelah mengetahui dalil-dalilnya.” (Aisaruttafaasir/2:430)

Bahkan di dalam surat Ash-Shaff ayat 10-12, Allah menawarkan kepada orang-orang beriman perniagaan yang yang tidak akan pernah merugi sama sekali. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, (10) Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (11)  (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (12)  Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.”

Di dalam ayat ini, dapat kita ambil faidah bahwasanya Allah Ta’ala menjadikan iman dan amal shaleh sebagai bagian yang tidak terpisahkan satu sama lain, karenanya orang yang beriman namun tidak beramal shaleh mereka tidak lepas dari ancaman siksa neraka, kemudian Allah mendahulukan kalimat “iman” dari amal shaleh, hal ini menunjukkan bahwasanya iman adalah syarat mutlak atau harga mati perniagaan dengan Allah Ta’ala.

Terakhir saya mengajak saudara sekalian untuk mengukur diri kita masing-masing apakah kita termasuk tipe pedagang yang pertama, kedua, atau tipe pedagang yang ketiga? Dan alangkah beruntungnya kita apabila kita termasuk tipe pedagang yang pertama.

Wallahu a’lam bishshowab.

Oleh: Abu Ubaidillah Khairuddin


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *