NYATA

iblis 1

Waktu terus berlalu dan  berganti  melalui kodratnya dibawah kekuasaan Allah Sang Pencipta. Semua itu tidak terlepas dari karunia dan rahmat Allah Subhanahu  wa ta’ala kepada kita untuk  dimanfaatkan dengan semestinnya. Terkadang kita mungkin sering bertanya pada hari-hari yang berlalu dari umur kita, “Apakah pada masa itu amal saleh yang berbicara untuk mendambakan kebahagan sejati di akhirat kelak ataukah sebaliknya kemaksiatan yang marajalela menunggu kebinasaannya dengan penyesalan mendalam tiada terkira.” Jawabannya ada pada diri kita  masing-masing.  Namun ingatlah bahwa  waktu yang sedang kita jalani ini akan sampai ke titik jemu dan pasti akan berhenti sesuai dengan izin-Nya dan hanya Dialah Yang Maha Tahu kapan terjadinnya.

Sebuah Kenyataan

Ingatlah baik-baik ketika Iblis  bersumpah kepada Allah Ta’ala untuk menyesatkan anak  Adam. Allah  Ta’ala  berfirman yang artinya, “Iblis berkata: “Demi kekuasaan-Mu aku akan  menyesatkan mereka semuannya.(QS. Shaad: 82)

Maka kita tidak perlu lagi ragu bahwa pekerjaan utama Iblis setiap waktu dan setiap saat adalah untuk menyesatkan manusia agar  dia masuk neraka. Untuk memenuhi cita-citanya ini Iblis pernah berjanji  kepada Allah Ta’ala yang disebutkan di dalam firman-Nya yang artinya, “Iblis berkata: “karena engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.” (QS. Al-A’raf: 16)

Musuh di kehidupan nyata 

Seorang sahabat yang baik akan selalu berusaha mengingatkan saudaranya  sesama  muslim ketika ia lupa, dan menyadarkannya  ketika ia lalai. Semua itu merupakan konsekuensi kecintaan kita kepadanya dan tanda  kemuliaan seorang muslim.

Dalam kehidupan sehari-hari,  hawa nafsu sering kali menguasai kita. Ketika ia telah  memanggil jiwa ini sering menurutinnya.  Tidak sedikit yang sudah menjadi budak hawa nafsunya sendiri. Semua itu tidak lain dan tidak bukan karena ulah musuh nyata kita yang sering terlupakan.  Allah Ta’ala telah memperingatkan hal ini dalam firman-Nya yang artinya, Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)

Jadi, setan adalah musuh nyata manusia. Maka jadikanlah ia benar-benar musuh yang nyata bagimu. Jangan pernah sekali-kali  berpikir bahwa setan hanya ada dalam dongeng-dongeng orang terdahulu  atau mungkin hayalan semata di masa kini. Tapi yang sangat disayangkan, musuh yang satu ini banyak atau sering dilupakan. Hanya kepada Allah-lah kita mengadu dan  memohon pertolongan.

Oleh: Ibnu Tawakkal  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *