MENDULANG PELAJARAN DARI SURAT AL-KAUTSAR

 Al-Kausar

Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berada di tengah-tengah para sahabatnya di masjid Nabawi. Tiba-tiba beliau terlelap sesaat kemudian ia terbangun mengangkat kepalanya sembari tersenyum. Para sahabat pun bertanya, “Apa yang membuat engkau tersenyum, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tadi, sebuah surat turun kepadaku.” Lantas, beliau membaca firman Allah yang artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberimu Al-Kautsar, kebaikan yang banyak. Maka, sholatlah hanya untuk Tuhan-mu dan menyembelihlah (untuk-Nya). Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus dari kebaikan.” (QS. Al-kautsar: 1-3).

Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada para sahabatnya, “Tahukah kalian, apa itu Al-Kautsar?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau menjelaskan, “Al-Kautsar itu adalah sebuah sungai yang dijanjikan Allah untukku. Di dalamnya terdapat kebaikan yang sangat banyak. Ia adalah sebuah telaga. Umatku akan mendatanginya pada hari kiamat. Bejananya sebanyak bintang-bintang di langit. Waktu itu, seorang hamba dari mereka dihalau darinya.” Maka, aku pun berseru, “Ya Robbi, dia juga termasuk umatku.” Maka Allah Ta’ala pun berkata, “Kamu tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu.” (HR. Muslim)

Siapa di antara kaum muslimin yang tidak menghafal surat ini? Bahkan anak-anak TPA pun menghafal surat ini. Pun, para imam shalat tarawih di bulan Ramadan tak pernah luput membacanya.

Secara sederhana, makna surat ini adalah: wahai Muhammad, sebagaimana Allah telah memberimu kebaikan yang melimpah di dunia dan di akhirat, baik berupa Telaga Al-Kautsar di surga dan kebaikan-kebaikan yang lainnya. Maka sembahlah Allah semata sebagai bentuk syukurmu kepada-Nya. Shalatlah hanya untuk-Nya dengan memurnikan niatmu hanya untuk Allah. Dan menyembelihlah hanya untuk-Nya. Ikhlaskan segala bentuk ibadahmu hanya semata-mata untuk Allah dan karena-Nya. Jangan pernah engkau mempersekutukan Dia dalam ibadahmu. Dan ingatlah sesungguhnya siapa pun yang membencimu, memusuhi dan menghalangi dakwahmu, maka ia akan terputus dari kebaikan di dunia dan di akhirat.

Meski surat ini pendek, namun ia memuat pelajaran yang sangat banyak. Satu faedah akan kita kupas pada kesempatan kali ini, yaitu: bagaimana kita memperlakukan nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Saudaraku, surat Al-kautsar mengajarkan kepada kita untuk mensyukuri nikmat Allah dengan jalan menunaikan ibadah kepada Allah. Lihatlah bagaimana Allah memerintahkan kepada nabi kita untuk menunaikan shalat dan menyembelih hanya untuk-Nya setelah Dia menyebutkan nikmat-Nya yang Dia berikan kepadanya. Maka, manifestasi (wujud) dari mensyukuri nikmat adalah dengan mempergunakan nikmat itu dalam ketaatan kepada Allah dengan beribadah kepada-Nya dengan penuh keikhlasan dan ketundukan hati.

Setiap orang yang berakal menyadari bahwa segala nikmat yang ia rasakan selama ini berasal dari Allah subhanahu wata’ala. Lihatlah hujan yang turun ke bumi! Menumbuhkan berbagai macam tanaman dan mengeluarkan aneka rupa biji-bijian. Bayangkan sekiranya Allah menahan hujan-Nya, dari manakah manusia akan bisa menyantap makanannya dan menikmati kelezatan daging kesukaannya?

Sekiranya Allah menahan terbitnya matahari, kemanakah manusia akan mencari cahaya yang menerangi kehidupannya? Seandainya Allah menahan udaranya, kemanakah manusia akan mencari oksigen demi melanjutkan keberlangsungan hidupannya?

Wahai saudaraku, jawablah dalam dirimu! Sebelum terlahir ke dunia, pernahkah engkau memesan kepada-Nya, sepasang mata, dua daun telinga, kaki dan tanganmu kiri dan kanan, jantung dan paru-parumu, serta bibir indahmu itu? Apa yang kamu bawa ke bumi ini?

Bukankah kamu terlahir dalam keadaan telanjang tanpa sehelai benang yang melekat di badanmu dengan anggota tubuh yang lengkap dan kamu tidak mengatahui apa-apa. Kamu yang kini gagah perkasa, tegap rupawan, padahal dahulu kamu lemah tidak berdaya, lalu Allah memberi karunia kepadamu hingga kamu seperti dirimu saat ini.

Betapa besar nikmat Allah pada manusia. Sungguh, nikmat-Nya tak terhitung jumlahnnya. Semua yang ada pada manusia, apapun yang ia miliki, itu semua adalah nikmat dari Allah subhanahu wata’ala. Hidup dan mati kita, hanya Allah yang memilikinya. Kita hanya meminjamnya untuk sementara waktu. Bila waktunya telah tiba, maka semua itu akan kembali diambil-Nya. Maka, sudah sepantasnya kita menyerahkan segalanya untuk-Nya semata. Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, sembelihanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang pertama yang berserah diri kepada-Nya.” (QS. Al-An’am: 162-163)

            Dengan menyadari bahwa semua yang kita miliki adalah berasal dari Allah Ta’ala, maka tangan ini akan ringan memberi dan hati ini akan lapang berbagi.

Para hartawan akan tersenyum menyerahkan zakat dan sedekahnya kepada kaum dhufa (lemah) dan fakir miskin. Ia dianugerahi Allah seratus persen dan yang diminta darinya hanya dua setengah persen saja.

Kaum muslimin akan ringan melangkahkan kaki ke masjid. Waktu yang Allah berikan untuknya dua puluh empat jam sehari. Adapaun yang diwajibkan baginya tidak lebih dari satu jam untuk menunaikan shalat di rumah Allah, sementara dua puluh tiga jam lebih masih bisa ia pergunakan untuk kesenangan pribadinya.

Orang beriman akan mudah diajak berjihad di jalan Allah karena ia menyadari eksistensi dirinya, hakikat hidup dan matinya. Nyawa yang melekat padanya adalah kepunyaan Allah, kapan pun diminta ia akan terlepas darinya, dengan atau tanpa kerelaan dirinya. Maka, alangkah indahnya jika jiwa yang Allah berikan kepadanya ia tukar dengan surga yang abadi selama-lamanya.

Semoga Allah Ta’ala memberi taufik kepada kita semua untuk mensyukuri segala nikmat-Nya dan memudahkan kita untuk beribadah kepada-Nya. Amin. Wallahu a’lam.

Referensi: Tafsir Ibnu Katsir, surat Al-kautsar, jilid 4.

Oleh: Muhammad Halid


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *