LAKI-LAKI MENYERUPAI WANITA ATAU SEBALIKNYA

hitam-putih

Tidak diragukan lagi bahwa Islam adalah satu – satunya agama yang diridhai oleh Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman : Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam”. ( QS. Al- imran : 19 ). Islam adalah agama yang sempurna ajarannya yang tidak butuh penambahan dan pengurangan didalamnya, sehingga Allah Ta’ala berfirman : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu”. (QS. Al- maidah : 3 ).

Agama yang sempurna adalah Islam yang di syariatkan oleh Allah Ta’ala dan Rasulnya Shallallahu ‘alaihi wasallam karena tidaklah suatu hal yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala dan dapat memasukkan kita ke dalam surganya melainkan telah disampaikan kepada kita. Dan tidaklah suatu hal yang akan menjauhkan kita dari rahmat Allah Ta’ala dan memasukkan kita ke dalam nerakanya melainkan kita telah diperingatkan darinya. Oleh kerena itu tidaklah apa yang dilarang dan diharamkan oleh Allah Ta’ala melainkan disana ada mudharat ( yang membahayakan ) bagi umat manusia dan sebaliknya, tidaklah apa   yang diperintahkan atau dianjurkan oleh Allah Ta’ala untuk mengerjakannya melainkan disana terdapat kemaslahatan bagi manusia. Meskipun kadang kala manusia tidak dapat menyingkap hikmah dibalik perintah atau pengharaman Allah Ta’ala tersebut. Allah Ta’ala mencontohkannya dengan perintah jihad   sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang : “Diwajibkan atas kamu berjihad, Padahal berjihad itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS. Al-Baqarah : 216 ).

Maka dalam tulisan ini akan dipaparkan tentang hukum seorang laki – laki menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki-laki, serta dalil – dalil yang mengharamkan perbuatan tersebut.

Hukum laki – laki menyerupai wanita dan sebaiknya.

Di antara bentuk kesempurnaan Islam adalah bahwa Islam sesuai dengan fitrah manusia dan selalu mengarahkan manusia agar senantiasa berbuat atau bersikap sesuai dengan fitrahnya.

Di antara fitrah yang disyariatkan Allah Ta’ala kepada hambanya yaitu agar laki-laki menjaga sifat kelelakiannya sebagaimana yang diciptakan Allah Ta’ala. Dan wanita agar menjaga sifat kewanitaannya sebagaimana yang diciptakan Allah Ta’ala. Hal ini merupakan salah satu sifat penting yang mana dengan hal tersebut kehidupan manusia akan berjalan dengan normal.

Laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki adalah merupakan kelakuan yang menyalahi fitrah dan membuka pintu kerusakan serta menimbulkan kecacatan dalam tatanan hidup masyarakat. Hukum semua perbuatan itu adalah haram.

Jika suatu nash syari’ menyebutkan laknat terhadap suatu kaum karena melakukan perbuatan tertentu, maka hal itu menunjukkan keharaman perbuatan tersebut. Maka perbuatan tersebut termasuk dosa besar.

Dalam hadits marfu’ riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhu disebutkan: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Al Bukhari)

Dalam hadits lain Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhu meriwayatkan : “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melaknat laki-laki yang bertingkah laku seperti wanita dan wanita yang bertingkah laku seperti laki-laki”. (HR. Al-Bukhari)

Penyerupaan yang dimaksud bersifat umum, baik dalam gerakan tubuh, berbicara ,berjalan dan dalam setiap hal yang menjadi kehususan bagi masing -masing. Termasuk di dalamnya cara berpakaian dan berdandan. Laki-laki tidak dibolehkan memakai kalung, gelang, anting, gelang kaki, dan sebagainya. Ironisnya, ini yang banyak kita saksikan, maka perbuatan tersebut dilarang, sebab semua itu merupakan perhiasan wanita.

Demikian juga sebaliknya, wanita tidak diperbolehkan memakai pakaian yang khusus digunakan laki-laki. Misalnya kemeja atau pakaian khusus untuk pria lainnya. Masing-masing hendaknya menjaga perbedaan jenisnya dengan memakai pakaian yang sesuai dengan fitrahnya. Dan Allah melaknat orang yang menyerupai lawan jenis, baik dari segi berpakaian, bertutur kata- kata, cara berjalan dan sifat – sifat yang lainnya. Dalil yang mewajibkan hal tersebut adalah hadits marfu’ riwayat Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakian laki-laki” ( HR. Abu Dawud, Shahih)

Dan dalam riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhu, ia berkata : “Nabi telah melaknat para banci dan wanita – wanita tomboi lalu Beliau Shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : “Usirlah mereka dari rumah kalian”. ( HR. Al- Bukhari )

Bahkan Allah Ta’ala mengancam bagi laki -laki yang menyerupai wanita atau sebaliknya, bahwa Allah Ta’ala tidak melihatnya kelak pada hari kiamat. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : “Ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan tidak akan dilihat Allah pada hari kiamat, (1). Seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, (2). Wanita yang menyerupai laki – laki, dan (3). Dayyuts yaitu orang yang tidak memiliki sifat cemburu”. ( HR. An-nasa’i: 7/80, ahmad: 11/134 dan lain – lain ).

Dari pembahasan diatas dapat ditarik beberapa faedah:

  1. Haram hukumnya laki – laki menyerupai kaum wanita dan wanita menyerupai kaum laki – laki, baik dalam berpakaian, ucapan dan lain –lain yang merupakan sifat khusus bagi masing – masing jenis.
  2. Bolehnya melaknat kaum laki-laki yang menyerupai wanita (para banci) dan wanita – wanita tomboy sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melaknat mereka
  3. Banci dan wanita tomboy bertentangan dengan sifat yang telah diciptakan oleh Allah Ta’ala bagi mereka dan usaha untuk merubah ciptaan tersebut hukumnya haram.

Sungguh besar acaman Allah Ta’ala bagi orang yang menyerupai lawan jenis, baik dari segi berpakaian, bertutur kata, gaya berjalan dan yang lainnya. Semoga Allah menjaga kita dari menyerupai lawan jenis sehingga kita memperoleh rahmat dari Allah Ta’ala dan terhindar dari laknat-Nya.

Rujukan : Ensiklopedi larangan menurut Alquran dan As-sunnah, Oleh : Syaikh Salim bin Ied Al – Hilaly hafizhahullah, diterbitkan oleh pustaka Imam Syafi’i, jilid 3.

Oleh: Gusnardi

Mahasiswa Fakultas Ahwal Syakhshiyyah

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *