KEMBALILAH !!!

  sujud

Kekhilafan, merupakan sesuatu yang pasti pernah kita alami. Melakukan perbuatan dosa, melanggar larangan yang telah Allah tetapkan, melalaikan perintah-perintah Allah, semua hal tersebut pasti pernah dilakukan setiap bani Adam yang memang tidak akan luput dari sebuah kesalahan. Akan tetapi, haruskah kita diam termangu? Pasrah dihanyutkan oleh derasnya arus kemaksiatan? Ataukah kita berusaha untuk memperbaiki diri kita, dan mencoba untuk memulai lembaran baru kehidupan kita, dengan diawali dari bertobat kepada Allah dari semua kesalahan dan kekhilafan yang pernah kita lakukan. Tentu seorang muslim sejati tidak akan pernah berputus asa dari rahmat Allah Ta’ala, dia akan selalu memperbaiki dirinya, memulai semua itu dengan bertobat kepada Allah Ta’ala. Mungkin sebagian dari kita akan bertanya, apakah Allah akan mengampuni dosa kita yang sangat banyak ini? Apakah Allah akan menerima tobat kita?

Jawabannya ada di dalam firman Allah yang mulia ini, ” Katakanlah, ”Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Maka janganlah kalian berputus asa wahai saudaraku yang telah melampaui batas di dalam berbuat dosa! Janganlah kalian teperdaya oleh tipu muslihat setan! Sesungguhnya setan akan selalu menyesatkan manusia dengan segala daya dan upaya yang dia miliki. Dan salah satu cara setan untuk menyesatkan manusia ialah dengan membuat mereka berputus asa dari rahmat Allah, membuat mereka merasa bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa yang telah mereka lakukan. Padahal Allah telah berfirman bahwasanya Dia akan mengampuni dosa-dosa semuanya apabila seorang hamba mau bertobat kepadanya, serta kembali kepada-Nya dengan hati yang tunduk dan takut. Di dalam suatu firman-Nya Allah Ta’ala menjelaskan bahwasanya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)

Jadi, jelaslah bahwa tidak pantas bagi seorang muslim untuk berputus asa, sehingga dia termasuk dari orang-orang yang Allah sifatkan dalam ayat diatas. Dan sebaliknya seorang muslim haruslah bersemangat untuk terus berbuat kebaikan semaksimal mungkin, mengamalkan amal saleh sebanyak-banyaknya, karena kebaikan yang dia kerjakan, amal saleh yang dia amalkan akan menghapuskan kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa yang dia kerjakan semasa hidupnya. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu akan menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114)

Dan termasuk dari perbuatan baik yang harus dilakukan oleh seorang muslim tatkala terjatuh di dalam lembah kemaksiatan adalah tobat kepada Allah Ta’ala dengan semurni-murninya. Karena tobat merupakan proses awal untuk kehidupan yang lebih baik, karena tobat merupakan mesin pengubah, mengubah dosa-dosa yang buruk menjadi sesuatu yang baik, mengubah kemaksiatan yang sangat Allah benci menjadi amalan yang sangat Dia cintai.

Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat nasuha (tobat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At-Tahrim: 8)

Allah juga berfirman, “Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh, maka kejahatan mereka Allah ganti dengan kebajikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqon: 70)

Maka marilah kita kembali kepada Allah! Bertobat kepada-Nya dengan tobat yang semurni-murninya. Agar kita mendapatkan ampunan-Nya, agar kejahatan dan dosa-dosa yang telah kita lakukan diganti menjadi sebuah kebajikan.

Hakikat Tobat

Di dalam sebagian riwayat hadis disebutkan bahwa hakikat dari tobat itu adalah penyesalan dan istigfar. Hanya penyesalan dan istigfar wahai saudaraku! Tidak seperti umat-umat sebelum kita, yang mereka diperintahkan untuk membunuh diri mereka sendiri apabila ingin bertobat.

Maka langkah pertama yang harus kita lakukan ketika ingin betobat adalah kita mengikhlaskan tobat kita itu untuk Allah semata, bukan untuk mendapatkan pujian orang, bukan pula karena takut kepada selain Allah. Setelah kita mengikhlaskan niat kita, barulah kita sesali segala dosa dan maksiat yang telah kita lakukan, penyesalan yang sungguh-sungguh, penyesalan yang bersumber dari lubuk hati yang terdalam, yang berasal dari relung jiwa yang terdalam.

Dan tentunya tidak hanya sampai di situ perjuangan kita, kita juga harus segera menghentikan perbuatan dosa yang kita kerjakan tersebut, menggantinya dengan amal saleh yang diridai oleh Allah Ta’ala. Dan langkah terakhir dari proses tobat kita adalah kita bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan keji yang pernah kita lakukan tersebut.

Tanda diterimanya tobat

Di antara tanda diterimanya tobat seseorang adalah komitmennya dalam meniti jalan kebenaran dan jalan lurus setelah tobat. Artinya, jika seseorang tobat dari dosa syirik kepada Allah, maka tanda diterimanya tobat seseorang tersebut, jika dia tidak lagi melakukan kesyirikan itu. Akan tetapi, apabila didapatkan seseorang tersebut masih melakukan dosa yang sama, maka hal itu adalah salah satu tanda bahwa tobatnya belum diterima.

Lantas, bagaimana pula dengan orang yang berkali-kali jatuh ke dalam jurang dosa yang sama? Apakah tobatnya tidak akan diterima oleh Allah? Apakah dia sudah dipastikan akan menjadi penghuni neraka?

Jawabannya tentu saja tidak! Karena ampunan dan rahmat Allah sangatlah luas. Dalam sebuah hadis Qudsi disebutkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Ya Allah, ampunilah dosaku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Wahai Rabb, ampunilah dosaku.’ Lalu Allah berfirman. ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa.’ (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Wahai Rabb, ampunilah dosaku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramalah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.” (HR. Muslim). Maksudnya adalah selama ia masih mau bertobat dengan sebenar-benarnya, maka bagaimanapun ia terjerumus kembali dalam dosanya tidak menjadi masalah asalkan ia bertobat kembali setelah itu.

Demikianlah pembahasan yang singkat ini, semoga kita termasuk orang-orang yang banyak bertobat kepada Allah, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang banyak bertobat.

Oleh : Hidayatullah

Alumni mahasiswa fakultas Ahwal Syakhshiyyah


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *