Jangan Jual Mahal

koleksi-foto-bayi-kocak-gambar-bayi-lucu

Senyum adalah  sebuah kata yang merupakan bagian dari bukti sempurnanya penciptaan manusia. Allah Subhanahu Wat’ala menjadikan senyum ini juga sebagai bentuk ibadah yang dapat mendatangkan pahala dan keridaan di sisi-Nya.

Akan tetapi, sangat disayangkan. Dengan pahala yang telah Allah siapkan bagi para hamba-Nya dan dengan banyaknya manfaat yang akan mereka dapatkan walau hanya dengan senyumannya saja, itu pun masih banyak di antara saudara-saudara kita yang enggan dan merasa berat untuk mengangkat lesung pipinya yang manis itu untuk saudara muslimnya yang lain.

Senyummu, Sedekah Bagimu

Saudaraku, ketahuilah. Sejatinya engkau tidak harus mengeluarkan uang jika ingin bersedekah. Bahkan Allah lah yang akan menilai dan menjadikan senyum manismmu kepada saudara muslimmu yang lain itu sebagai sedekah. Perhatikan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut  ini “Senyum yang engkau tampakkan pada saudara muslimmu adalah sedekah bagimu” (HR. Tirmidzi, Sahih)

Subhanallah… Inilah amalan ringan yang membuahkan pahala yang sangat besar bagi orang yang mengamalkannya. Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan oleh orang-orang barat membuktikan bahwa senyum itu memberikan manfaat yang banyak sekali bagi para pelakunya. Akan tetapi, sejatinya kita tidak memerlukan penelitian-penelitian yang mereka lakukan. Tanpa riset mereka pun, seorang muslim sudah seharusnya yakin bahwa setiap syariat yang ada dalam Islam akan mendatangkan manfaat bagi umatnya.

Senyummu, Meluluhkan Hatinya

Sebagian orang bijak berkata, “Senyuman dan berseri-serinya wajah seseorang adalah pengaruh dari cahaya hati pemiliknya”.

Seorang ulama hadis, Ibnu ‘Uyainah rahimahullahu, pernah mengatakan, Senyuman adalah alat penjerat cinta, dan sudah disebut kebaikan walau hanya dengan berwajah senyum dan berkata lembut kepada yang lain.”

Maksud dari perkataan beliau di atas adalah bahwa senyum manis yang kita berikan kepada orang lain akan dapat menarik simpati dan kecintaan mereka kepada kita. Dan hal itu memang sudah banyak terbukti. Karena secara  fitrah manusia memang mencintai kebaikan dan hatinya akan luluh terhadap orang yang berbuat baik dan perhatian kepadanya. Dan jika seandainya hal ini tidak berpengaruh pada seseorang, berarti yang demikian itu menandakan bahwa hatinya sudah menyimpang dari fitrahnya.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kepada kita petunjuk-Nya dan membukakan bagi kita kunci-kunci kebaikan di mana  dan kapan pun kita berada. Amiin

Referensi: Faidhul Qadiir Syarhul Jaami’us Shoghiir, karya Syaikh al Munawy

Oleh: Wining Son Ashari

Mahasiswa fakultas Ahwal Syakhshiah


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *