Faidah Mengamati Akibat dari Perbuatan

*فصل تقدير العواقب*

من عاين بعين بصيرته تناهي الأمور في بداياتها، نال خيرها، ونجا من شرها.

ومن لم ير العواقب غلب عليه الحس، فعاد عليه بالألم ما طلب منه السلامة وبالنصب ما رجا منه الراحة.

وبيان هذا في المستقبل، يتبين بذكر الماضي، وهو أنك لا تخلو، أن تكون عصيت الله في عمرك، أو أطعته.

فأين لذة معصيتك ؟ وأين تعب طاعتك ؟

هيهات رحل كل بما فيه ! فليت الذنوب إذ تخلت خلت ! وأزيدك في هذا بياناً: مثل ساعة الموت، وأنظر إلى مرارة الحسرات على التفريط، ولا أقول: كيف تغلب حلاوة اللذات، لأن حلاوة اللذات استحالت حنظلاً، فبقيت مرارة الأسى بلا مقاوم.

أتراك ما علمت أن الأمر بعواقبه ؟ فراقب العواقب تسلم، ولا تمل مع هوى الحس فتندم.

 

*Faidah mengamati Akibat dari perbuatan*

Barangsiapa yang sejak awal memperhatikan akibat dari perbuatannya/kesudahan dari berbagai perkara dengan menggunakan mata hatinya, maka niscaya dia akan meraih kebaikannya dan selamat dari berbagai keburukannya.

Sedangkan orang yang tidak memperhatikan kesudahan dari berbagai perkara, maka perasaan akan mendominasi dirinya. Maka keselamatan yang sebenarnya dia cari, justru akan berbalik kepedihan; dan kenyamanan yang sebenarnya dia impikan, akan berbalik menjadi kepayahan.

Penjelasan tentang hal ini pada masa mendatang akan menjadi jelas dengan mengingat hal-hal yang telah berlalu; yaitu engkau tak lepas (dari dua keadaan), sepanjang umurmu engkau taat kepada Allah, atau engkau durhaka kepada-Nya;

Lalu dimanakah kenikmatan maksiatmu itu? Dan dimanakah rasa lelah-letih yang disebabkan oleh ketaatanmu?!

Sungguh jauh perbedaannya; masing-masing pergi dengan membawa apa yang ada pada dirinya.

Andai saja dosa-dosa itu bila ditinggalkan akan membuatmu terbebas (dari duka dan nestapa).

Aku perjelas lagi tentang hal ini: gambarkanlah saat-saat kematian menjelang, dan lihatlah betapa pahitnya penyeselan atas kelalaian. Aku tidak mengatakan ia (kematian) mengalahkan manisnya kenikmatan; karena manisnya kenikmatan telah berlaih rupa menjadi buah pahit, sehingga yang tersisa hanyalah pahitnya kesedihan tanpa ada sesuatu yang melawannya.

Apakah engkau belum mengetahui hingga saat ini bahwa segala hal itu tergantung pada kesudahannya?!

Maka perhatikanlah akibat dari perbuatan dan kesudahan segala perkara, maka niscaya engkau akan selamat. Dan janganlah engkau hanyut bersama dengan hawa nafsu, karena engkau pasti akan menyesal.

� Ibnul Jauzi, Abul Faraj Abdurrahman, Shaidul Khathir, maktabah syamilah, 1/1.

 

Kerja sama Konsultasi Islam dengan Tim Dakwah Mahasiswa (TDM) STDI Imam Syafi’i Jember.*


 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *