ENAM HAK SESAMA MUSLIM

6..

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: Hak seorang muslim terhadap muslim yang lainnya ada enam, para sahabat pun bertanya: “Apa saja wahai Raulullah? maka beliau bersabda: “Jika engkau berjumpa dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, jika ia mengundangmu maka hadirilah undangannya, jika ia meminta nasehat maka nasehatilah ia, jika ia bersin dan mengucapkan Alhamdulillah maka ucapakanlah yarhamukallah, dan jika ia sakit maka jenguklah ia, dan jika ia meninggal maka antarkanlah jenazahnya. (HR. Muslim)

 

Pertama: Mengucapkan Salam

Islam datang untuk mempersatukan hati dengan hati, menyusun barisan dengan tujuan menegakkan persatuan dan menghindari faktor-faktor yang dapat menimbulkan perpecahan, kelemahan, sebab-sebab kegagalan dan kekalahan. Oleh karena itu setiap perjumpaan dengan sesama muslim, Islam mengajarkan untuk menebarkan salam, agar hati mereka terikat satu dengan yang lainnya, hingga timbul rasa saling cinta yang dimulai dengan mengucapkan dan menebarkan salam: “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sungguh kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan sempurna imannya sampai kalian saling mencintai, maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian mengerjakannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

Salam yang merupakan alat penghormatan kaum muslimin, lebih menegaskan bahwa agama Islam adalah agama yang damai dan aman, serta menegaskan bahwa kaum muslimin adalah kaum yang damai dan cinta perdamaian. Dan seorang muslim tidak layak memulai pembicaraan kepada sesamanya sebelum ia memulainya dengan ucapan salam, karena salam adalah ungkapan rasa aman dan tidak ada pembicaraan sebelum adanya rasa aman.

 

Kedua: Memenuhi Undangan

Seorang muslim yang mengundang saudaranya, maka ia berhak didatangi, oleh karena itu kewajiban yang diundang adalah mendatangi undangan tersebut sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam, “Penuhilah undangan ini jika kamu diundang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Undangan yang diberikan dari sesama muslim menunjukkan penghormatan dan perhatian yang besar kepada saudaranya yang diundang tersebut sehingga bagi yang tidak memenuhi undangan tentu saja menyebabkan kekecewaan. Mengabaikan undangan disamakan dengan pembangkangan kepada Allah dan Rasul, begitu juga sebaliknya saat seseorang yang datang tanpa diundang diumpamakan seperti pencuri, karena kedatangannya tidak diinginkan oleh yang mengundang seperti yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang diundang kemudian dia tidak memenuhi undangan tersebut, maka ia telah membangkang pada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa masuk tanpa diundang, maka ia masuk sebagai pencuri.”

 

Ketiga: Memberi Nasehat

Memberi nasehat kepada saudara sesama muslim yang memintanya hendaklah dipenuhi. Karena nasehat ini dapat mendorong saudaranya ke arah kebaikan. Nasehat yang tulus akan berbekas dan berpengaruh sehingga dapat masuk ke dalam relung hati yang terbuka untuk menerimanya. Bagi yang menasehati saudaranya, hendaknya ia mengerjakan apa yang diucapkan, mengamalkan apa yang dinasehatkan, sebab nasehat yang tidak diamalkan dan tidak dijiwai tidak akan berbekas pada jiwa yang dinasehati. Dan sesungguhnya agama ini adalah nasehat sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Agama itu nasehat,” Kami bertanya kepada beliau, “Nasehat kepada siapa?” Beliaumenjawab, “Terhadap Allah, Quran, Rasul-Nya, para pemimpin dan seluruh kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Keempat: Mendoakannya ketika bersin

Mendoakan saudara yang bersin merupakan wujud perhatian dan kasih sayang terhadap saudaranya, sebab tatkala saudaranya itu bersin dan mengucapkan pujian kepada penciptanya : “Alhamdulillah”, serta merta ia yang mendengarkannya menanggapi dengan mengucapkan “Yarhamukallah” (Semoga Allah memberimu rahmat), ini merupakan ucapan simpati dan doa atas kondisi saudaranya yang senantiasa memuji Allah dalam setiap keadaan, khususnya saat ia bersin. Maka mendoakan dengan rahmat layak diberikan pada saudaranya yang telah memuji Allah tersebut. Saat mendapatkan doa rahmat, maka saudaranya itu hendaknya juga membalas doa bagi yang telah mendoakannya dengan mengucapkan: “Yahdini wa yahdikumullahu wa yuslihu balakum” (Semoga Allah memberiku dan engkau petunjuk dan semoga Allah memperbaiki keadaanmu).

Doa tersebut cerminan telah terjalinnya ikatan hati antara sesama muslim yang senantiasa menghendaki kebaikan bagi saudaranya.

 

Kelima: Menjenguknya ketika sakit

Merupakan kewajiban umat Islam untuk mengunjungi saudaranya yang sakit. Hal ini dapat meringankan beban derita orang yang sakit yang merana sendirian dan merasa terasing.

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman pada hari kiamat : “Wahai bani Adam, Aku sakit dan kamu tidak menjenguk-Ku.“ Ia berkata : “Wahai Rabbku, bagaimana bisa aku menjenguk-Mu sedang Engkau adalah Tuhan sekalian Alam?” Allah menjawab, “Tidakkah kamu mengetahui bahwa seorang hamba-Ku fulan sakit dan kamu tidak menjenguknya? Tidakkah kamu mengetahui bahwa andai kata kamu menjenguknya, kamu mendapati-Ku di sisinya ?” (HR.Muslim)

Dalam hadis lain Rasulullah bersabda, “Ada lima perkara yang barangsiapa mengamalkannya dalam satu hari, maka Allah menulisnya sebagai ahli surga: Orang yang menjenguk orang sakit, menyaksikan jenazah, puasa satu hari, mendirikan salat Jumat dan memerdekakan seorang budak.” (HR Ibnu Hibban dan dinilai sahih oleh Al-albani).

Dan sabdanya, “Barangsiapa menjenguk orang sakit pada pagi hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan keluar bersamanya, semuanya memintakan ampunan untuknya sampai sore, dan baginya akan mendapatkan sebuah kebun di surga. Dan jika dia menengoknya pada waktu sore, maka tujuh ribu malaikat akan keluar bersamanya dan semuanya memintakan ampunan untuknya sampai pagi, dan baginya akan mendapatkan kebun di surga.” (Musnad Ahmad: 578. Syaikh Ahmad Syakir menilai sahih hadis ini)

 

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam memberikan motivasi kepada umatnya agar menjenguk orang sakit dengan menempatkannya di antara buah-buahan surga, Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya seorang muslim apabila menjenguk saudaranya sesama muslim, maka ia tetap berada di antara buah-buahan surga yang siap dipetik, sampai akhirnya ia kembali.” (HR.Muslim)

Sangat indah sekali ajaran Islam, setiap kebaikan yang dilakukan untuk orang lain tidak luput balasannya di sisi Allah Ta’ala.

 

Keenam: Mengiringi jenazahnya

Persaudaraan sejati tidak sebatas pada alam dunia saja, saat ajal menjemput, saudaranya ikut bertakziyah dan mengiringi jenazahnya dan menyaksikan jasad saudaranya di masukkan kedalam liang lahat, iringan terakhir di dunia dan kelak akan berjumpa di surga-Nya insya’ Allah.

Allah Ta’ala bahkan akan memberikan pakaian kehormatan bagi mukmin yang bertakziyah kepada saudaranya sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Majah dari Amr bin Haram: Tiadalah di antara mukmin bertakziyah kepada saudaranya yang mendapat musibah, kecuali Allah mengenakan pakaian kehormatan kepadanya pada hari kiamat.”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *