BAHAYA BICARA TANPA ILMU

bicara1

Mempelajari ilmu agama merupakan perkara yang sangat penting bagi setiap muslim dan muslimah. Karena dengan mempelajari ilmu agama tersebut seseorang akan semakin tinggi kedudukannya di sisi Allah,sebagaimana firmanNya,yang artinya:”Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat.”(Q.S Al-mujadilah:11).

Agama adalah apa yang telah Allah sebutkan dalam al qur`an dan apa yang disabdakan Nabi shalallahu `alaihi wasallam di dalam sunnahnya.Oleh karena itu berbicara masalah agama tanpa ilmu merupakan kebodohan yang sangat berbahaya dan akan menimbulkan kerusakan yang sangat.Alangkah banyaknya orang melakukan hal ini terlebih pada zaman sekarang ini,sehingga mereka tersesat dari jalan yang benar dan menyesatkan orang lain.

Diantara bahaya berbicara masalah agama tanpa ilmu:

1.Berbicara masalah agama tidak berdasarkan ilmu yang benar merupakan kesesatan yang nyata dan menyesatkan.

Imam ibnu `abdil bar didalam kitabnya”jami`ul bayan al-`ilmia fadhlihi ”,membuat satu bab(keterangan yang ada tentang celaan bagi orang yang berbicara masalah agama dengan akal,persangkaan,atau dengan qiyas yang tidak memiliki dasar dan tercelanya memperbanyak masalah-masalah dengan tanpa perhatian,kemudian beliau menyebutkan hadits berikut ini:

“Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam bersabda:”Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hambaNya sekaligus,akan tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama`.Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, akhirnya orang-orang akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh,lalu mereka ditanya tentang suatu masalah kemudian mereka berfatwa(member jawaban) tanpa ilmu,sehingga mereka sesat dan menyesatkan orang lain.”(HR.Bukhari:100).

2.Berbicara masalah agama tanpa ilmu merupakan sikap mengikuti hawa nafsu.

Imam Ali bin abil `izzi al hanafi dalam syarh at thohawiyah beliau berkata:”Barangsiapa berbicara tanpa ilmu maka sesungguhnya dia hanyalah mengikuti hawa nafsunya.Allah `azza wa jalla berfirman,yang artinya:”Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun.(QS.Al-Qashash:50).

3.Berbicara masalah agama tanpa ilmu merupakan salah satu bentuk kedustaan atas nama Allah dan merupakan kezholiman yang sangat besar.

Imam ibnu katsir berkata dalam tafsirnya: Allah mengejek orang-orang musyrik tentang perkara yang mereka buat,dan yang mereka ada-adakan secara dusta atas nama Allah,yaitu pengharaman yang mereka lakukan,Allah berfirman yang artinya:”Apakah kamu menyaksikan diwaktu Allah menetapkan ini bagimu?maka siapakah yang lebih dzolim daripada orang-orang yang membuat dusta terhadap Alloh untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan,sesungguhnya Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.(QS.Al-an`am:144).

4.. Berbicara masalah agama tanpa ilmu akan dimintai pertanggung jawabannya di hari kiamat kelak.

Allah azza wa jalla berfirman,yang artinya:”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,pengelihatan,dan hati semuanya itu akan dimintai pertanggung jawabannya.”(QS.Al-Isra`:36).

Imam ibnu katsir menjelaskan dalam tafsirnya,bahwa kandungan ayat ini adalah menunjukkan akan larangan berbicara masalah agama tanpa ilmu dan persangkaan belaka.

Demikianlah diantara bahaya berbicara tentang masalah agama tidak berdasarkan ilmu yang benar(alqur`an dan sunnah),semoga bermanfaat bagi kita semua.Wallahu a`lam.

(Lilik ibadurrahman).

Dikutip dari majalah assunnah,edisi 02/04/1423.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *