AWAS, JAGA PANDANGAN MATA …!

mata

Dari mata turun ke hati, dari mendung turunlah hujan, segala yang dialami seseorang tidak lain pastilah ada sebab dan penyebabnya, baik diketahui maupun tidak. Seorang memandang ada banyak faktor yang mendukungnya, baik ketertarikan, takjub, iseng, ingin tahu, menikmati, dan alasan-alasan yang lainnya. Namun hendaknya seorang muslim selayaknya agar selalu menjaga pandangannya, jangan sampai gara-gara matanya ia mendapat marabahaya. Baik disengaja maupun tidak, semua pandangan pasti memiliki bekas dan pengaruh pada yang memandang maupun yang dipandang, disini kami ingin memaparkan pengaruh dari sebuah pandangan.

Allah berfirman yang artinya : “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila. Dan Al Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat”. (QS. Al-Qolam: 51-52)

Ibnu katsir rahimahullah berkata : Ibnu Abbas dan Mujahid dan yang lainya berkata “Layuzlikunaka” artinya: mengenai dan menembusmu (dengan pandangan matanya) yaitu memandangimu dengan matanya dengan rasa dengki karena kebencian mereka kepadamu, jikalau bukan karena perlindungan Allah Ta’ala kepadamu dan penjagaannya dari mereka. (Tafsir Ibnu Katsir).

Ayat diatas menunjukan bahwa ‘Ain (pandangan mata jahat) memiliki dampak dan pengaruh yang sungguh nyata adanya dengan ketentuan Allah Ta’ala. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah bersabda : “Untuk apa salah satu dari kaalian ingin membunuh saudaranya? Kenapa kamu tidak mendoakan keberkahan apabila melihat sesuatu yang menakjubkan!)) (HR. Ahmad dalam musnadnya)

Sebagian manusia mengingkari perihal ‘Ain ini, mereka mengatakan : Bahwa ‘Ain itu hanya sekedar dongeng belaka tidak ada wujudnya, sebenarnya mereka adalah orang yang jahil serta kurang akan pendengaran dan akalnya, sebab mereka tidak tahu akan ruh, Jiwa, sifat dan perbuatannya serta pengaruhnya. Padahal para cendikiawan dari berbagai kalangan agama, mereka tidak pernah mengingkari pengaruh pandangan mata itu, hanya saja mereka berselisih tentang penyebabnya dan sisi pengaruhnya.( Zadul Ma’ad, ibnu Qoyyim).

Sejatinya tidak diragukan lagi, bahwa Allah –Ta’ala- telah menciptakan dalam ruh dan tubuh kekuatan serta tabiat yang berbeda-beda dan menjadikan sebagian besar darinya indra dan sifat yang dapat mempengaruhi, maka tidak mungkin bagi seorang yang berakal mengingkari pengaruh ruh dalam jasad kasarnya, karena hal itu sering disaksikan dan dirasakan.

Maka ruh seorang yang hasad akan mencelakai pada orang yang dihasadinya. Oleh karenanya Allah memerintahakan rasulNya Shallallahu ‘alaihi wasallam agar berlindung dari keburukan para penghasad.

Macam-macam ain dan hasad

  1. Pandangan dengan rasa takjub adalah ketakjuban yang berlebihan dengan salah satu nikmat yang Allah berikan kepada hambanya, kemudian ia merusaknya dengan izin Allah apabila ia tidak mendoakan keberkahan kepadanya.
  2. Mata/ pandangan hasad, adalah mengaharapkan hilangnya nikmat yang Allah Ta’ala berikan kepada orang yang ia hasadi, dikarenakan kecemburuan, iri dengki, dan kebencian, hingga berdampak pada orang yang dihasadinya.
  3. Mata/ pandangan yang mematikan, ini yang paling berbahaya ia berasal dari orang yang memiliki ‘Ain kepada orang yang dikehendaki kecelakaan baginya. Dan tentu keinginannya di bawah kehendak Allah Ta’ala. Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam menamakannya dengan ain yang mematikan. Tatkala Amir bin Robiah berbuat ‘ain kepada Sahl bin Hunaif –radhiyallahu ‘anhuma-, Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- memanggil Amir, maka rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam- marah kepadanya, dan mengatakan : “Untuk apa salah satu dari kalian ingin membunuh saudaranya? Kenapa kamu tidak mendoakan keberkahan apabila melihat sesuatu yang menakjubkan!”. (HR. Ahmad dalam musnadnya)

Al-kalbi berkata : dahulu seorang badui, berdiam tidak makan selama dua atau tiga hari, lalu ia keluar dari tendanya, lalu lewatlah seekor unta merah dan berkata : hari ini tidak ada yang mengembala unta atau kambing yang lebih baik dari ini. Maka ketika baru beranjak jatuhlah dari sebagian kelompok unta hingga binasa. Maka orang Kufar pun meminta kepada orang ini (sang badui) agar ia menimpakan kepada rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kecelakaan dengan ‘Ainnya, maka ia (sang badui) memenuhinya, akan tetapi Allah menjaganya.(Tafsir Al-Qurtubi : al-Qolam 51 ).

Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata dalam karyanya Bada’i Al-fawaid, ketika menerangkan surat Al-Falaq : “Maka demi Allah, berapa banyak dari orang yang terbunuh, dan berapa banyak dari orang yang sehat menjadi kurus sakit-sakitan di atas kasurnya, dokternya berkata, saya tidak tahu apa penyakitnya, maka benarlah ia penyakit ini bukan penyakit biasa, ini ruh dari ilmu ruh, sifat-sifatnya dan kebiasaanya, dan pengetahuan tentang ilmu itu tidak diketahui kecuali orang-orang tertentu.

Adapun cara-cara hasad dan ‘Ain

Diantaranya ada yang mempengaruhi seseorang hanya dengan melihat tidak secara langsung, karena sangking buruknya jiwanya, dan cara mempengaruhi itu tidak terbatas pada interaksi tubuh secara langsung. Sebagimana yang disangka oleh orang yang tidak mengetahui ilmu syari’at, akan tetapi pengaruh itu bisa dengan interaksi secara lansung, terkadang dengan berhadapan, dan terkadang dengan melihat, terkadang juga dengan mengarahkan ruhnya kepada orang yang ingin ia pengaruhi, dan adakalanya dengan terka’an dan khayalan.

Dan orang yang memiliki ‘Ain, pengaruhnya tidak terbatas pada penglihatan, bahkan bisa saja ia orang yang buta yang kemudian digambarkan baginya sesuatu (yang ingin ditimpakan ‘Ainnya), ia pun dapat memberi pengaruh padanya, walaupun ia tidak melihatnya. Dan betapa banyaknya orang yang memiliki ‘Ain mempengaruhi korbannya hanya dengan disebutkan sifatnya tanpa melihatnya.

Mata manusia dan mata jin

Dampak mata jahat bisa dari manusia bisa juga dari jin, ‘ainnya jin dapat berpegaruh sebagaimana ‘ainnya manusia dalam sunan an-nasai dari abi nadhroh dari abi said berkata : dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berlindung dari Ain jin dan Ain manusia, ketika turun ayat ta’awudz beliau pun mengambilnya dan meninggalkan selainnya.

Ibnu qoyyim berkata : “Dan ain itu ada dua, ainnya manusia, dan ainnya jin. Sebagaimana dalam hadist yang sahih dari ummu salamah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melihat dalam rumahnya anak kecil perempuan, pada mukanya bintik-bintik hitam lalu beliau berkata : “Bacakan ruqyah padanya, sungguh ia terkena pandangan”.[Zadul Ma’ad, Ibnu Qoyyim]

Ada hadist yang menganjurkan untuk menutup aurat dari pandangan jin, dari Ali bin Abi Tholib bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Penutup antara mata jin, dan aurat bani adam apabila salah satu dari kalian masuk kamar mandi ucapkanlah : bismilllah”. (HR. Tirmizi , shahih)

Dan setiap orang dapat mengenai ainya dengan izin Allah, oleh karenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Apabila salah satu dari kalian melihat pada dirinya atau hartanya, atau pada saudaranya sesuatu yang menakjubkannya, maka doakanlah ia dengan keberkahan, karena sesungguhnya ain(mata yang jahat) itu hak” (HR. At-tirmizi, shahih).

[Sumber; Al-minhal Al-ma’in fi itsbat Al-Hasad wal ‘Ain, karya Abul Bara’ Usamah bin Yasin]

Oleh : Faqih hamzah

Mahasiswa Fakultas Ahwal Syakhshiyyah

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *