ANEKA MACAM SURAT AL-FATIHAH

 al fatihah

Dalam bahasa Arab banyak nama itu menunjukkan kemuliaan sesuatu yang dinamai dan menjelaskan kesempurnaannya. Misalnya saja kata asad (singa) memiliki beragam nama dalam bahasa Arab, karena hal itu menunjukkan kekuatannya yang besar. Berbagai macam nama hari kiamat dalam Al-Qur’an juga mengisyaratkan besarnya perkara dan dahsyatnya hari tersebut. Tak terkecuali surat al-Fatihah. Surat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari semalam ini memiliki banyak nama. Semua ini menjelaskan keagungan dan kedudukan surat ini dalam islam, bahkan membacanya pun menjadi rukun dalam shalat yang tidak sah shalat itu tanpa membacanya.

Al-Fatihah memiliki nama-nama lain, sebagian di antara nama-nama tersebut adalah;

* As-Sab’ul Matsani wal Qur’an al-’Azhim

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sungguh Kami telah memberikan kepadamu as-Sab’ul Matsani (tujuh yang diulang-ulang) dan Al-Qur’an al-Azhim (bacaan yang sangat agung).” (QS. al-Hijr: 87).

* Fatihatul Kitab

Penamaan ini tidak diperselisihkan di kalangan ulama dikarenakan Al-Qur’an memang dimulai dengannya, dan juga berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya, “Tidak sah sholat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (surat al-Fatihah).” (HR. Bukhari dan Muslim)

* Ummul Kitab

Råsulullåh shållallåhu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Setiap shalat yang tidak dibacakan didalamnya Ummul kitab (surat al-Fatihah) maka ia kurang, ia kurang dan tidak sempurna.” ( HR. Ahmad dan lainnya, shahih)

Hal itu juga sebagaimana disebutkan di dalam hadits Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu’anhu, yang di dalamnya dia mengatakan yang artinya, “… Dan tidaklah aku meruqyah melainkan dengan membaca Ummul Kitab.” (HR. Bukhari dan Muslim)

* Ummul Qur’an

Hal itu berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya,Ummul Qur’an itu adalah Sab’ul Matsani -tujuh ayat yang selalu diulang-ulang- dan Al-Qur’an yang agung yang dianugerahkan kepadaku.” (HR. Bukhari)

* As-Shalah

Hal itu berdasarkan hadits qudsi yang artinya, “Allah berkata: Aku membagi ‘as-Shalah’ menjadi dua bagian antara Aku dengan hamba-Ku. Dan hamba-Ku akan mendapat apa yang dimintanya….” (HR. Muslim)

* Al-Hamdu atau Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin,

Råsulullåh shållallåhu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, Alhamdulillah (surat Al Fatihah) adalah ummul Qur’an, ummul kitab dan sab’ul matsani.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidziy, hasan shahih)

Juga berdasarkan ucapan Anas radhiallahu’anhu yang artinya, “Aku pernah shalat di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar, dan Umar. Mereka dahulu selalu membuka bacaan shalat dengan Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Referensi: Tafsir Al-Qur’anul ‘Azhim milik Imam Ibnu Katsir

Oleh: Fadly Gugul

Mahasiswa fakultas Ilmu Hadits

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *