ADA APA DENGAN SEPATU???

sepatu suede beludru

Islam adalah agama yang mudah, bahkan selalu mengedepankan kemudahan dalam segala keadaan,Alloh subahanahu wata`ala berfirman,yang artinya:”Alloh menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”(QS.Al baqarah:185).

Dalam ayat yang lain juga ,Alloh subahanahu wata`ala juga berfirman, yang artinya:”Alloh hendak memberikan keringinan kepadamu, karena manusia diciptakan(bersifat) lemah” (QS.An nisa`:28).

Dan pada edisi kali ini,kami akan menguraikan sedikit tentang masalah yang mungkin tak pernah terlintas dalam benak kita sebelumnya,yaitu satu kemudahan yang di berikan alloh terhadap hambanya yang merasa kesulitan ataupun risih dengan sepatunya ,tatkala mau berwudhu.,sedang dia dalam keadaan safar(bepergian jauh).Dalam hal ini Alloh membolehkan hambanya untuk mencukupkan diri dengan mengusapnya saja dengan tanpa membukanya.

Dalil akan bolehnya mengusap sepatu

Dari Hudzaifah bin al yamani radhiallahu `anhu mengatakan:”Aku bersama Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam dalam sebuah perjalanan.Beliau lantas buang air kecil kemudian berwudhu` dan mengusap sepatunya.”(HR.Bukhari ).

Dari Jarir radhiallahu `anhu,bahwasanya dia buang air kecil kemudian berwudhu` dan mengusap sepatunya,kemudian seorang berkata kepadanya: Apakah anda mengusap sepatu anda tersebut? Maka dia menjawab: ya, aku pernah melihat Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam buang air kecil kemudian beliau berwudhu` dan mengusap sepatunya.” (HR..Bukhari dan Muslim).

Syarat-syarat mengusap sepatu

1.Harus bersuci sebelum mengenakan sepatu (khuf), karena Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam bersabda kepada al mughirah bin syu`bah radhiallahu `anhu ketika dia hendak melepas sepatu Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam ,beliau mengatakan:”Biarkan sepatu itu karena aku memakainya dalam keadaan suci.”(HR. Bukhari dan Muslim).

2.Hendaknya sepatu yang digunakan bisa menutupi mata kaki

3.Sepatu yang digunakan harus terbuat dari bahan yang benar-benar suci,Jika terbuat dari bahan yang najis,seperti kulit babi atau anjing,maka tidak boleh digunakan.

Batas waktu mengusap sepatu

Diperbolehkan bagi orang yang bermukim untuk mengusap sepatunya selama sehari semalam.Adapun bagi orang yang sedang bepergian jauh (musafir),boleh baginya untuk mengusap sepatunya selama tiga hari tiga malam.

Dari `Ali bin abi thalib radhiallahu `anhu ,beliau berkata:” sesungguhnya Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam memberikan waktu selama tiga hari tiga malam bagi yang musafir untuk mengusap sepatunya,dan satu hari satu malam bagi yang bermukim.”(HR.Muslim).

Hal-hal yang membatalkan dari mengusap sepatu (khuf)

1.Janabah dan hal-hal yang mengharuskan untuk mandi,seperti suci dari haid dan nifas. Dari          Shafwan bin assal radhiallahu `anhu, beliau mengatakan:”Rasulullah shalallahu `alaihi wasallam memerintahkan kami untuk tidak melepaskan sepatu-sepatu kami ketika dalam perjalanan jauh (musafir) selama tiga hari tiga malam,kecuali apabila kami tertimpa hadas besar yaitu junub.”(HR.Nasa`i) –hasan.

2.Berakhirnya batas waktu untuk mengusap sepatu,yaitu: satu hari satu malam bagi yang bermukim dan tiga hari tiga malam bagi yang musafir (dalam perjalanan jauh).

3.Melepas sepatu yang dipakai dan berhadats sebelum menggunakannya kembali.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai hal ini,semoga bermanfaat bagi kita semua.Wallohu ta`ala a`lam.

Maraji`:-Matan abu syuja`

-Minhajul muslim

-Shohih fiqh sunnah.

Oleh : Hidayatullah

Mahasiswa Fakultas Ahwal Syakshiyyah


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *