Proposal Pembangunan Gedung Utama Kampus STDI Imam Syafi’i Jember

إن الحمد لله, نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا و سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له, و من يضلل فلا هادي له و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, و أشهد أن محمدا عبده ورسوله.

Segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarga dan sahabatnya.

Telah menjadi bagian dari ketetapan Allah Azza wa Jalla bahwa umat manusia diciptakan dengan bertingkat-tingkat dalam banyak hal. Bertingkat-tingkat dalam ilmu, iman, amal dan kenikmatan. Allah berfirman:

Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al An’am 165)

Imam Malik rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah membagi amalan hamba-hamba-Nya sebagaimana membagi rizki mereka”.

Allah memberi taufik kepada sebagian hamba-Nya untuk menempuh jalan ilmu dan menyebarkannya namun sangat terbatas dalam sisi yang lain, sebagian kaum muslimin yang lain dilebihkan hartanya namun tidak sempat menyebarkan ilmunya. Demikianlah keadaan hamba-hamba Allah yang saling melengkapi satu sama lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ ، يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Sesungguhnya seorang mukmin dengan mukmin yang lain ibarat satu bangunan yang saling menopang antara yang satu dengan lainnya.” Dan beliau pun menautkan jari-jari kedua tangan beliau.” (HR. Bukhari).

Imam Khatib Al Baghdadi mengisahkan: suatu hari Imam Ibnu Mubarak ditegur seseorang karena selalu menyalurkan banyak harta kekayaannya di berbagai daerah. Menanggapi teguran ini, Imam Ibnu Mubarak berkata : Sesungguhnya aku mengetahui tempat orang-orang yang memiliki kemuliaan dan kesungguhan. Mereka menyibukkan dirinya untuk menuntut ilmu hadits. Mereka bersungguh-sungguh dalam mencarinya karena menyadari betapa besarnya kebutuhan masyarakat kepada keberadaan mereka para ahli hadits.

Akibat dari kesibukan menuntut ilmu itu, mereka menjadi miskin, sehingga bila kita membiarkan mereka maka cepat atau lambat ilmu mereka akan pudar. Namun bila kita membantu mereka, maka mereka akan leluasa menyebarkan ilmu kepada umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal aku mengetahui bahwa tiada satu pekerjaan yang lebih mulia dibanding menyebarkan ilmu agama.

Perjuangan membela agama Allah sangat luas maknanya namun secara global terbagi menjadi dua, perjuangan dengan mengangkat senjata dan perjuangan dengan menyebarkan ilmu agama, keduanya telah Allah gabungkan dalam firman-Nya (yang artinya):

Tidak selayaknya semua orang mukmin itu pergi (ke medan perang). Hendaknya ada dari setiap kelompok di antara mereka beberapa orang yang mendalami ilmu agama lalu mereka memberi peringatan kepada kaum mereka apabila mereka telah kembali kepada kaumnya, agar kaumnya mendapat peringatan.” (QS. At-Taubah : 122)

Kedua macam perjuangan di atas tidak mungkin terlaksana dengan sempurna tanpa dukungan saudara, yang telah mendapatkan kelapangan harta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَهُ فِى أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

Barangsiapa yang mempersiapkan pasukan dalam jihad fi sabilillah, maka sungguh ia telah berjuang fi sabilillah, dan barangsiapa yang mengurus keluarga para pasukan yang berjihad, maka sungguh ia telah berjuang fi sabilillah.” (HR. Muslim)

Adapun tentang ilmu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة إلا من صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له

Jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Jika demikian adanya bagaimana kiranya pahala orang yang bershadaqah jariyah dalam rangka membantu menyebarkan ilmu yang bermanfaat guna mencetak dan melahirkan generasi yang shalih? Tentu amalan ini mempunyai keutamaan yang sangat besar.

Oleh karena kekuatan kaum muslimin hanya dapat terwujud bila kita bersatu padu dan bahu membahu. Dengan demikian, kita dapat saling menutupi dan mengisi kekurangan yang ada.

Berangkat dari ini, maka Yayasan Imam Syafi’i – Jember mendirikan Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i yang menjalankan program pendidikan strata satu (S1). Pendirian kampus ini bertujuan untuk menjadi wadah kaderisasi pemuda pemuda Islam, agar dapat menjadi pemimpin pemimpin ummat di masa mendatang. Diharapkan dari kampus ini akan terlahir ulama’-ulama’ yang gigih menebarkan ilmunya dan menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar.

Guna menyukseskan program besar ini, Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i menerapkan kurkulum Islamic University Of Madinah yang telah terbukti sukses melahirkan ulama’-ulama’ ummat Islam.

Dan berkat pertolongan dan kerahmatan Allah, kampus ini telah mendapatkan izin oprasional dari Dirjen Pendidikan Islam- Kementrian Agama dengan nomor: Dj.I/375/2010, dan memiliki dua Program Studi (Prodi) yaitu:

  1. Ilmu Hadits.
  2. Ahwal As Syakhsiyah.

Dan kini STDI Imam Syafii telah memiliki mahasiswa sebanyak : 315; 128 menempuh pendidikan di program studi Ilmu Hadits dan 187 lainnya di program studi Ahwal Syakhsiyah.

Untuk menunjang keberhasilan perkuliahan, maka STDI Imam Syafi’i juga membuka program persiapan bahasa yang juga dikenal dengan sebutan I’dad Lughawi, yang kini memiliki peserta didik sejumlah : 101 orang.

Perlu diketahui bahwa seluruh mahasiswa dan peserta didik di atas adalah dari pria saja.

Dari hari ke hari, minat dan dorongan masyarakat untuk menempuh pendidikan di STDI Imam Syafi’i terus meningkat, sedangkan fasilitas ruang perkuliahan, perkantoran dan lainnya masih sangat terbatas, maka dengan berat hati kami membatasi jumlah penerimaan mahasiswa baru.

Kami sepenuhnya menyadari bahwa keputusan membatasi jumlah penerimaan ini tentu terasa berat bagi berbagai pihak terlebih bagi calon mahasiswa yang memiliki minat kuat untuk menimba ilmu di STDI Imam Syafi’i. Namun apa boleh dikata, keterbatasan yang ada memaksa kami mengambil keputusan di atas.

Berbagai pihak terus mendorong agar STDI Imam Syafi’i segera mengembangkan sarana prasarana kampus, agar segera dapat memenuhi harapan masyarakat dan memajukan pendidikan Islam di negeri kita. Berangkat dari dorongan tersebut, maka kami terpanggil untuk berusaha menyambut harapan masyarakat dengan merencanakan pembangunan gedung perkuliahan dan perkantoran.

Untuk mewujudkan keinginan kami di atas, maka setelah memohon pertolongan Allah dan bantuan-Nya, kami menyusun proposal singkat ini. Proposal ini sebagai ajakan kami kepada saudara-saudara seiman untuk turut berperan serta dalam pembangunan fasilitas yang dibutuhkan.

Semoga Allah senantiasa memberi taufik dalam setiap langkah hidup kita, dan mengumpulkan kita bersama sebaik-baik umat, semata-mata dengan karunia-Nya kemudian kecintaan kita kepada mereka, meski amalan kita sangat jauh dari mereka. Hanya kepada Allah-lah kita memohon dan berharap.

Download Proposal ini

NAMA PROYEK PROPOSAL

 

Proyek Proposal ini bernama “Pembangunan GEDUNG UTAMA Kampus Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i .“

 

MAKSUD DAN TUJUAN

Alhamdulillah, berkat rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi Islam yang berdasarkan ajaran Islam yang shahih sesuai dengan pemahaman para Shahabat, Tabi’in, dan Tabi’ Tabi’in telah berhasil didirikan dengan terbitnya Surat Keputusan Dirjen Diktis Kementerian Agama RI Nomor Dj.I/375/2010.

Saat ini – karena keterbatasan sarana dan prasarana – STDI Imam Syafii hanya mampu menerima mahasiswa putra dalam jumlah yang masih sangat minim pula, yaitu 40 orang mahasiswa untuk setiap program studi.

Untuk menjawab harapan masyarakat, maka STDI Imam Syafii berencana membangun fasilitas gedung yang layak, meliputi:

  1. Ruang kelas.
  2. Ruang perkantoran
  3. Beberapa fasilitas pendukung lainnya.

Perlu kami sampaikan bahwa lahan untuk pembangunan fasilitas ini telah tersedia, sehingga yang dibutuhkan ialah dana pembangunannya.

Mengingat besarnya dana yang dibutuhkan, maka kami membuka kesempatan bagi seluruh kaum muslimin untuk turut berpartisipasi dalam ibadah mulia ini.

RENCANA ANGGARAN BIAYA

Untuk rencana anggaran yang dibutuhkan sebesar : Rp 14.723.702.486.57 (empat belas milyar, tujuh ratus dua puluh tiga juta, tujuh ratus dua ribu, empat ratus delapan puluh enam rupiah, lima puluh tujuh sen).

Adapun perincian dana yang dibutuhkan beserta gambar bangunan yang dicanangkan, maka dapat dibaca pada lembar anggaran yang terlampir.

Donasi saudara, dapat disalurkan via no rekening berikut :

  1. Bank Muamalat kantor cabang Jember
    No Rekening : 917 353 9799 , an: WAHYUDI/STDI Imam Syafii
    Atau :
  2. Bank BCA Kantor Cabang Jember
    No Rekening : 2000356444, an: MUHAMAD ARIFIN

Konfirmasi lebih lanjut :

  1. Dr. Muhammad Arifin Badri : 081282195309
  2. Dr. Syafiq Riza Basalamah: 089657054074
  3. Wahyudi ST (bendahara STDI Imam Syafii) : 085745439883 / 085228276182.

Informasi lebih lanjut bisa diakses di situs berikut www.stdiis.ac.id

Demikian proposal singkat ini kami ajukan kepada saudara, dan hanya kepada Allah saja kita bertawakal. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima apa yang saudara infaqkan dan mencatatnya sebagai tabungan pahala bagi saudara di akhirat kelak. Amiin.

Download Proposal ini


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *