Tingkatkan “Pengabdian Masyarakat” Para Dosen dan Mahasiswa, STDIIS Jember Ikat Kerjasama Tingkat Nasional dengan PTKIS di Surabaya

Jember (stdiis.ac.id) – Pengabdian masyarakat adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari peran sebuah perguruan tinggi. Hal itu tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Guna tingkatkan pengabdian masyarakat, Kampus STDIIS Jember melakukan kerjasama perguruan tinggi tingkat nasional di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat bersama dengan salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), yakni Kampus STAI Ali Bin Abi Thalib  Surabaya.

“STDIIS Jember dan STAI Ali Bin Abi Thalib adalah kampus berbasis agama, di mana dosen merangkap sebagai da’i atau ustadz. Maka diadakan pelatihan ini dengan tujuan agar dakwah yang dilakukan oleh para dosen dapat disajikan dalam format pengabdian masyarakat bagi dosen. “Terang Ketua Panitia Seminar, Dr. Irfan Yuhadi, M.S.I., 3 Desember 2019 / 6 Rabiul Akhir 1441.

Foto: Keseriusan Peserta Saat Membuat rumusan Service Learning

Sebagai tuan rumah, Ketua STDIIS Jember menyambut hangat kehadiran para dosen dari kedua kampus, serta beberapa mahasiswa yang bergerak dalam bidang penelitian, yakni Rijal Riset STDIIS Jember.

“Semoga dari seminar kita ini, kita semakin bisa menjiwai sebagai seorang akademis, bukan hanya pandai bercuap-cuap, pandai berbicara, pandai menulis, tetapi kita juga sebisa mungkin sadar untuk terlibat langsung dalam penelitian tersebut. Dari teori kemudian praktiknya, aplikasinya, sehingga kita kedepan menjadi qudwah (contoh) yang ideal bagi masayarakat, baik di tataran akademik (teori) ataupun di level penerapan aplikasi di masyarakat.” Ungkap Dr. M. Arifin, M.A., Ketua STDIIS Jember dalam sambutannya.

Seminar dengan tema “Prosedur dan Penyusunan Laporan Service Learning” ini berlangsung dari pukul 8.30 sampai pukul 14.00 WIB, bertempat di Meeting Room, Meotel Jember. Seminar ini menghadirkan Tim Ahli LP2M UINSA Surabaya sebagai pemateri, yakni Dr. Abdul Muhid, M.Si.

Foto: (Dari kiri) Perwakilan Kampus STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya Muhammad Chusnul Yakin, S.Th.I, M.Pd.I, Pemateri Dr. Abdul Muhid M.Si., Ketua STDIIS Jember Dr. M. Arifin dan Ketua Senat STDIIS Jember Dr. Musyafa’ M.A. Saat Menerima Piagam Penghargaan dari Ketua STDIIS Jember.

Dalam presentasinya, dia menyampaikan jika service learning dapat membantu dosen atau mahasiswa dalam mengembangkan cara berpikir kritis reflektif, memperdalam pemahaman terhadap masalah-masalah sosial yang rumit dan komplek, serta memperluas keahlian dalam bekerja secara kolaboratif.

“Kalau Sercive learning ini (adalah) pembelajaran yang mendapatkan semua, jadi dosen itu juga akhirnya belajar tentang bagaimana menerapkan ilmu itu di masyarakat, mahasiswa juga belajar mendapatkan pengalaman dari teori dari dosen maupun dari masyarakat. Karena tidak semua teori yang ada di kampus itu sesuai dengan masyarakat dan masyarakat mendapatkan manfaat dari proses itu.” Tegas Dr. Abdul Muhid, M.Si.

Seminar ini terbagi dalam 2 sesi. Sesi pertama adalah pemaparan tentang definisi, prinsip-prinsip, manfaat, etika service learning dan juga strategi implementasi perkuliahan dengan pendekatan service learning.

Foto : Salah Satu Peserta Seminar Mempresentasikan Rumusan Service Learning

Sementara di sesi kedua, para peserta diberikan waktu sekitar 10 menit untuk merumuskan dan menentukan service learning apa yang nanti dapat diterapkan pasca seminar usai. Mereka dapat memilih dari mata kuliah, kegiatan praktikum atau pengabdian mandiri dosen.

Atmosfer semangat tampak saat mereka berebut angkat tangan, ketika diminta untuk mempresentasikan rumusan service learning mereka di hadapan pemateri untuk mendapatkan masukan dan kritikan. Perwakilan mahasiswa dan para dosen dari kedua kampus ini pun tampak antusias dan mendukung rumusan service learning satu dengan yang lainnya.


Yusnizar Sufi Ramadhan, S.S.

Humas P3M STDIIS Jember

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *