Studium General, Dr. Ainul Haris: STDI, Kampus Sunnah yang Diharapkan Menjadi Leader

Jember (stdiis.ac.id) – Kampus STDIIS Jember menghadirkan Ustadz Dr. Ainul Haris Lc., M. Ag., Dosen STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya dalam Studium General dengan tema “Generasi Post Millenial dan Pembangunan Peradaban Islam”, hari ini Jum’at, 15 Dzulhijjah 1440 H / 16 Agustus 2019. Tampak ratusan mahasiswa dari berbagai semester memadati setiap ruas – ruas Masjid Ar-Rahmah STDIIS Jember. Acara yang dibuka secara resmi oleh ketua STDIIS Jember ini juga turut dihadiri oleh jajaran dosen dan Staff.

“Alhamdulillah, Saya sangat senang karena STDI seperti yang saya bayangkan sebagai kampus sunnah yang (harapan kita) menjadi leader dalam pengembangan kampus yang betul-betul mendunia.” Kata Dr. Ainul Haris Lc., M.Ag., saat kami temui di ruang rapat pasca menyampaikan perkuliahan umumnya.

Dengan keterbatasan waktu yang disediakan oleh panitia, beliau mampu memaksimalkan materi yang disampaikan serta kagum dengan antusiasme mahasiswa STDIIS Jember. “Apa yang dipesankan Dr. Muhammad Arifin betul – betul dilaksanakan, ya yang sangat bagus sekali, mereka memperhatikan, concern dan antusias saya lihat.” Pungkas Dosen yang juga Pimpinan yayasan Bina Muwahhidin ini. 

Suasana interaksi dengan mahasiswa tampak bersemangat karena beliau membawa puluhan buku untuk dihadiahkan kepada mahasiswa STDIIS Jember yang secara pro aktif menjawab pertanyaan – pertanyaan beliau. 

Pada perkuliahan yang berlangsung sekitar 90 menit ini,  beliau menekankan agar mahasiswa menyadari betul bahwa mereka berada dalam tantangan yang sangat besar, utamanya pola dan gaya hidup generasi post milenial ini di era dunia maya dan teknologi. 

“Ketika (dia) faham masalah ini dengan baik, maka bisa mengetahui apa langkah-langkah yang harus dilakukan, baik dalam masalah dakwah, dalam masalah ekonomi dan masalah – masalah yang lain. Kemudian ketika dia faham tentang IT, maka dia akan menjadi orang yang berfikir out of the box.” Tutur ustadz yang telah menjadi editor lebih dari 150 buku ini.

Di sisi lain, Kampus STDIIS Jember juga diharapkan dapat memperluas jaringan agar menjadi kampus yang sesuai dengan dambaan generasi post millenial.

Sementara mahasiswanya dituntut agar senantiasa aktif melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan positif, guna menghindari gagap berkomunikasi dan bersosialisasi saat dikembalikan kepada masyarakat.

 “Jadi intinya dia harus tetap produktif dan aktif, sehingga nantinya menjadi orang yang berkembang, sejak dari mahasiswa.” Jelasnya Ustadz yang pernah mengikuti workshop Asosiasi Lembaga Kemanusiaan Dunia pada 2016 di Turki ini.


Yusnizar Sufi Ramadhan, S.S.

Humas P3M STDIIS Jember

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *