Semarak 10 Hari Terakhir Ramadhan di Masjid Ar-Rahmah STDIIS Jember

Jember (stdiis.ac.id) – Panitia Ramadhan STDIIS Jember memerah semangat jamaah dengan memaksimalkan 10 hari terakhir Ramadhan 1440 H dengan program Kajian Tafsir sebanyak 4 kali sehari dan I’tikaf.

Hal ini dinarasikan oleh ketua Panitia Ramadhan, Dr. Irfan Yuhadi, M.S.I., saat ditemui di lantai satu Masjid Ar-Rahmah STDIIS Jember. “Ruh bahwa Ramadhan bulan Al-Qur’an ini benar – benar terasa begitu, sebagaimana Rasulullah itu dulu ketika Ramadhan talaqqi bersama Jibril. Hafalannya, bacaannya, dicek oleh Jibril, maka kita mengadakan untuk ngecek bacaan orang-orang.” Katanya, Senin (27/05/2019).

Di tahun sebelumnya, Panitia telah melaksanakan kajian serupa dan difokuskan di Juz 30. Sementara di tahun ini panitia melanjutkan di Juz 29 yang berisi 11 surat dan akan dibagi ke dalam 4 waktu kajian. Pun berharap kontinuitas kajian ini di tahun-tahun mendatang.

Kajian waktu pertama dilaksanakan ba’da Sholat Subuh yakni pukul 04.40 – 05.50 WIB bersama Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. yang akan membahas tentang tafsir Surat Al-Haqqah, Al-Ma’Arij dan Al-Mursalat. Kajian waktu kedua dilaksanakan setiap hari di waktu Dhuha yakni pukul 10.00 – 11.00 WIB bersama Ustadz Dr.Irfan Yuhadi, M.S.I. yang akan membahas tentang tafsir Surat Al-Mulk, Al-Qalam dan Nuuh.

Kajian waktu ketiga yakni ba’da sholat Dzuhur pada pukul 12.10-12.55 WIB bersama Ustadz Muhammad Yogi, B.A. yang akan membahas tentang tafsir Surat AL-Muzammil dan Al-Jin. Sementara kajian keempat yakni menjelang berbuka puasa pada pukul 16.30-17.30 WIB bersama Ustadz Khalid Saifullah, M.A. yang akan membahas tafsir Surat Al-Qiyamah, Al-Insan dan Al-Muddatstsir.

Di malam harinya, Panitia membuka kesempatan bagi jamaah yang ingin beri’tikaf di Masjid ini. Beberapa program unggulan dalam pelaksanaan I’tikaf di sini adalah terdapat Halaqah Al-Quran setelah Sholat Tarawih, bantal tidur, makan iftar dan sahur, Snack dan jasa antar jemput laundry (bagi jamaah yang berminat).

Pemateri kajian tafsir di waktu Dhuha ini juga mengharapkan kelesuruh peserta mendapatkan Lailatul Qadar di Ramadhan tahun ini. “Semoga mendapatkan lailatur Qadar, dosa-dosanya diampuni, kemudian mendapatkan pahala yang berlipat ganda, karena itu lebih langgeng ya, lebih banyak manfaatnya dirasakan ketika di alam kubur, bahkan sampai nanti di Akhirat. Jadi, tetap tujuan Ukhrowi menjadi prioritas dari kegiatan ini.” Tuturnya.

Ditemui dikesempatan yang berbeda, seorang peserta I’tikaf asal kelurahan Kebonsari, Randy Fiqih Ramadhan, meyampaikan antuasiasmenya berada di sini. Selain dikarenakan rumahnya yang tidak terlalu jauh dari lokasi, program Halaqah dan kajian adalah hal – hal yang menariknya untuk menghabiskan sisa malam-malam Ramadhan di masjid ini. “STDI memberikan fasilitas serta tuntunan untuk beri’tikaf dan lingkungan STDI sangat nyaman untuk dapat fokus beribadah selama 10 hari terakhir bersama para asatidz.” Ungkapnya.  


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *