Laporan Kegiatan Tim Relawan STDIIS Peduli Untuk Korban Bencana Palu dan Sekitarnya

Beberapa bulan terakhir ini, Allah azza wa jalla memberikan banyak ujian dan peringatan kepada sebagian penduduk Indonesia berupa bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia agar manusia kembali kepada Allah azza wa jalla. Dan diantara daerah yang terkena bencana tersebut adalah kota Palu dan sekitarnya. Bencana tersebut terjadi pada tanggal 28 September 2018 pada waktu maghrib. Dan menurut kabar yang telah banyak beredar bencana tersebut terjadi ketika Kota Palu sedang merayakan ulang tahunnya dan sedang mengadakan upacara adat yang mengandung kesyirikan.

Oleh karena itu, STDI Imam Syafi’I Jember ingin berusaha untuk melakukan upaya pemulihan dan rehabilitasi pasca bencana baik dari segi logistik, rohani, dan spiritual. Setelah melakukan penggalangan donasi selama 1 bulan, STDI Imam Syafi’I Jember mengirimkan beberapa tim relawan dari kalangan dosen dan mahasiswa yang diberangkatkan secara bertahap untuk melakukan misi kemanusiaan untuk para korban bencana Palu dan sekitarnya. Dan dalam laporan pertanggungjawaban ini akan dijelaskan secara terperinci bentuk kegiatan kemanusiaan yang dilakukan para relawan dan rincian alokasi dana yang disalurkan dari hasil donasi tersebut.

Tujuan Kegiatan

  1. Menyalurkan donasi bantuan dari para muhsinin untuk para korban bencana.
  2. Sebagai upaya untuk mewujudkan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamuntuk saling tolong menolong kepada sesama manusia.
  3. Melihat perkembangan pembangunan Huntara di desa Lero Tatari dan meninjau lokasi lain yang membutuhkan Huntara.
  4. Keberangkatan tim relawan I STDIIS adalah untuk menganalisa kebutuhan para korban bencana dan warga Palu secara umum yang dapat dicover oleh STDI dan dapat menjadi program penyaluran bantuan yang selanjutnya

Waktu dan Peserta Kegiatan

Tim relawan I STDI Imam Syafi’I diberangkatkan mulai hari Jumat, 16 November 2018 hingga hari kamis, 22 November 2018. Adapun nama-nama personel dari Tim relawan I STDIIS adalah sebagai berikut :

 

No

Nama Jabatan Status
1 Ust. Dr. Syafiq Riza Hasan, M.A Pembina Dosen
2 Ust. Sanusin Muhammad Yusuf, M.A Ketua Tim I Dosen
3 Winning Son Ashari, S.H Sekretaris dan Bendahara Staf P3M
4 Raihan Panji Pratama Koordinator lapangan Mahasiswa

 

Deskripsi Kegiatan

No Hari, Tanggal Deskripsi Kegiatan
1 Jumat, 16 November 2018
  • Para personil berangkat dari Jember sejak malam jumat dan tiba di bandara Juanda sekitar pukul 03.00 WIB
  • Berangkat menuju bandara Sultan Hasanudin Makassar pada pukul 11.35 WIB dan tiba di sana pada sekitar pukul 14.30 WITA
  • Berangkat menuju bandara Sis Al Jufri Palu pada pukul 16.00 WITA dan tiba di sana sekitar pukul 17.30 WITA
  • Setibanya kami di sana kami dijemput oleh tim Rodja dan istirahat malam di Posko Bersama Rodja
2 Sabtu, 17 November 2018
  • Meninjau titik-titik bencana terparah diantaranya daerah Pantai Talise (Terdampak gempa dan Tsunami), kampung Balaroa (terdampak gempa dan liquifaksi), kampung Petobo (terdampak gempa dan liquifaksi), kampung Jono Oge (terdampak gempa dan liquifaksi). dan masih ada 2 tempat lagi yang belum kami datangi disebabkan jarak yang lumayan jauh dan waktu yang tidak memungkinkan yaitu Sibalaya dan Jono (kampung yang hilang).
  • Membantu persiapan tim Rodja Peduli untuk pembagian logistik di 2 desa Binaan yaitu Lero Tatari dan Wombo.
3 Ahad, 18 November 2018 Mengawal ust Dr. Syafiq Riza Hasan, M.A untuk acara Tabligh Akbar dan pembagian bantuan logistik untuk para korban bencana di desa Lero Tatari di pagi hari dan Wombo di sore hari. Dan terakhir acara tabligh akbar di masjid Raya kota Palu di malam hari.
4 Senin, 19 November 2018
  • Belanja hal-hal yang diinginkan oleh para pengungsi di desa Binaan STDI (Lero Tatari) berupa jajanan dan mainan untuk anak-anak, Jilbab dewasa dan anak-anak.
  • Melakukan konsolidasi dengan ikhwah Palu mengaji untuk merumuskan program dakwah jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
  • Mendatangi posko bersama as-sunnah untuk koordinasi dakwah dan sinergi dakwah.
5 Selasa, 20 November 2018
  • Persiapan untuk mendatangi kampung Binaan STDI di desa Lero Tatari.
  • Meninjau lokasi bencana di desa Wani kabupaten Donggala yang terdampak gempa dan tsunami yang berlokasi sebelum desa Lero Tatari.
  • Berkoordinasi dengan koordinator warga setempat perihal bantuan apa yang dapat diberikan STDI kepada warga desa Wani.
  • Ba’da magrib dan ba’da isya melakukan trauma healing kepada para pengungsi di kampung binaan; Winning dan Raihan melakukan trauma healing (motivasi, mengajar ngaji, penayangan video anak-anak, games, pembagian hadiah berupa jajan, jilbab dan mainan) untuk anak-anak korban dan ust sanusin melakukan trauma healing (ceramah Tauhid) untuk bapak-bapak.
  • bercengkerama dengan sebagian warga hingga tengah malam ditemani sinar bulan purnama.
6 Rabu, 21 November 2018
  • Jalan-jalan pagi bersama anak-anak pengungsi menuju kampung mereka yang berada di daerah pantai yang hancur karena gempa dan tsunami. Yang kabarnya bahwa sebelumnya mereka masih trauma untuk mendatangi kampung mereka yang hancur.
  • Ust Sanusin melakukan trauma healing untuk ibu-ibu pengungsi sekaligus pembagian jilbab dewasa.
  • Membeli TV dan Parabola untuk program dakwah yang berkelanjutan di kampung binaan STDI.
  • Membeli hadiah berupa kopyah untuk anak-anak laki-laki pengungsi.
  • Ust Sanusin dan Raihan menuju desa Patoloan untuk memberikan ceramah untuk para korban dan Winning Son mengadakan penutupan dan perpisahan bersama anak-anak dan sebagian bapak-bapak dan ibu-ibu pengungsi. Serta mengadaka pembagian kopyah untuk anak-anak.
  • Pulang menuju posko bersama Rodja di Kota Palu.
7 Kamis, 22 November 2018
  • Persiapan pulang menuju Jember
  • Berangkat dari Posko sekitar pukul 06.00 WITA. Pesawat berangkat menuju bandara Sepinggan Balikpapan pukul 07.45 WITA dan tiba di sana pukul 08.35 WITA
  • Pesawat berangkat dari bandara Sepinggan menuju bandara Juanda Surabaya pukul 09.20 WITA dan tiba pukul 09.50 WIB.
  • Berangkat dari bandara Juanda menuju Jember menggunakan travel pukul 13.00 WIB dan tiba di Jember sekitar 18.30 WIB

 

Kendala dan Permasalahan

Ada beberapa permasalahan yang ditemukan tim relawan I STDI:

  1. Sedikitnya da’I yang ada di Palu untuk memenuhi kebutuhan dakwah kota Palu dan sekitarnya (Donggala, Sigi, Parigi, dll). Tingginya antusias warga Palu untuk mendapatkan ilmu agama dan ditambah dengan sedikitnya jumlah da’I bermanhaj salaf di kota Palu dan sekitarnya mendorong kami untuk memikirkan solusi permasalahan dakwah ini dengan beberapa program dakwah yang kami sebutkan.
  2. Masalah air bersih di Huntara.

Para warga masih mengambil air bersih di sumber air yang berjarak sekitar 1 km dan mereka ada yang berjalan kaki. Permasalahan ini sebenarnya sdh diberikan solusi oleh Rodja peduli dengan digalinya sumur di area Huntara mereka, namun karena tanahnya kering sehingga proses penggalian sumur berlangsung lama. Menurut mereka, sumur akan mengeluarkan air apabila galian tanah mencapai 13 m, sedangkan per hari tukang gali sumur hanya mampu menggali sedalam 1,5 m.

Solusi:

Ketika kami bermusyawarah dengan warga, solusi sementara sembari menunggu keluarnya air sumber dari sumur menurut mereka ada dua:

  1. 5 buah tandon yang mereka miliki dibawa menuju sumber air dengan menggunakan truk. Kemudian dengan menggunaka alat pengambil air dari sumber, air diambil dan ditampung di 5 tandon tersebut sehingga dapat memenuhi kebutuhan air warga pengungsi di Huntara tersebut untuk beberapa hari.
  2. Membeli air tangki PDAM dari kota Palu dan kemudian ditampung di tandon tersebut.

Namun kedua solusi tersebut belum sempat dilakukan oleh tim relawan I STDI karena kendala waktu.

  1. Permasalahan pembangunan Huntara yang lambat karena faktor sedikitnya tukang dan kurang aktifnya warga untuk turut membantu proses pembangunan Huntara mereka. Namun lambat laun setelah adanya proses komunikasi yang baik antara relawan tukang yang kami bawa dari Jember dengan para warga pengungsi, akhirnya sedikit demi sedikit para warga mulai berdatangan untuk turut gotong royong membantu pembangunan huntara.

 

Kesimpulan Hasil Perjalanan Tim I Relawan

  1. Peninjauan titik-titik bencana terparah diantaranya daerah Pantai Talise (Terdampak gempa dan Tsunami), kampung Balaroa (terdampak gempa dan liquifaksi), kampung Petobo (terdampak gempa dan liquifaksi), kampung Jono Oge (terdampak gempa dan liquifaksi). dan masih ada 2 tempat lagi yang belum kami datangi disebabkan jarak yang lumayan jauh dan waktu yang tidak memungkinkan yaitu Sibalaya dan Jono (kampung yang hilang).
  2. Pembagian bantuan logistik bersama tim Rodja Peduli kepada para pengungsi di dua desa binaan bersama; desa Lero Tatari dan desa Wombo, kabupaten Donggala sejumlah total 1500 paket sembako.
  3. Konsolidasi dakwah bersama ikhwah Palu Mengaji dan menghasilkan beberapa poin program dakwah, diantaranya:
    1. Pengiriman mahasiswa akhir STDI ke beberapa huntara binaan STDI Imam Syafi’I dan Rodja Peduli sebagai latihan dakwah mahasiswa
    2. Pengiriman beberapa ikhwah Palu Mengaji yang semangat belajar agama dan potensial untuk menjadi kader da’I di Palu, ke beberapa lembaga pendidikan di pulau Jawa.
    3. Pengkaderan calon guru ngaji dari para ikhwah Palu Mengaji untuk para pengungsi di Huntara-Huntara dengan mengirimkan da’I / ustadz yang akan mengkader calon guru ngaji tersebut di kota Palu.
    4. Perumusan program pembangunan pondok pesantren yang kemudian akan dilanjutkan oleh beberapa ustadz salaf di Palu dan ikhwah Palu Mengaji sebagai pengelolanya. Dan program ini adalah sinergi dakwah antara STDI, Rodja, dan Palu Mengaji.

Ide program dakwah jangka panjang ini muncul tatkala ust Sanusin melihat adanya potensi dakwah di Palu yang sangat besar dengan indikasi banyaknya pemuda Palu yang hadir di kajian rutin namun belum adanya pondok pesantren yang bermanhaj salaf di kota Palu dan sekitarnya.

  1. Memberikan TV dakwah di tiap Huntara binaan STDI Imam Syafi’I dan Rodja.
  1. Mengusulkan program upaya pemberdayaan masyarakat para nelayan yang terhenti dari pekerjaan melautnya lantaran rusaknya perahu karena bencana dengan cara pemberian bantuan dana perbaikan perahu atau dengan cara sistem koperasi syariah dengan penunjukan salah satu koordinator terpercaya.
  2. Membuat program pembangunan Huntara II kampung binaan STDI Imam Syafi’I di desa Wani sejumlah 50 Huntara, dengan rincian sebagai berikut:

No

Keterangan

Jumlah Dana

1 Pembangunan 30 huntara (sementara) @Rp 3.000.000,- Rp 90.000.000,-
2 Pembangunan musholla permanen di sekitar Huntara Rp 25.000.000
3 Dana koperasi syariah untuk para nelayan yang terdampak bencana Rp 50.000.000,-
4 Dana operasional untuk koordinator pelaksana Rp 8.500.000,-

TOTAL

Rp 173.500.000,-

 

Laporan Keuangan Tim Relawan I STDI

No Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
1 15-Nov Uang Saku dari mas seno Rp6.210.000 Rp6.210.000
2 uang saku untuk raihan Rp350.000 Rp5.860.000
3 beli al quran tulis Rp1.080.000 Rp4.780.000
4 beli cemilan perjalanan Rp86.700 Rp4.693.300
5 Beli madu untuk relawan STDI Rp60.000 Rp4.633.300
6 Beli alat bekam untuk pelatihan bekam Rp170.000 Rp4.463.300
7 16-Nov ongkos travel Rp300.000 Rp4.163.300
8 uang saku ust sanusin Rp2.100.000 Rp2.063.300
9 17-Nov makan siang bersama 2 relawan rodja Rp105.000 Rp1.958.300
10 uang saku sona Rp2.100.000 -Rp141.700
11 ongkos wrapping koper tim Rp50.000 -Rp191.700
12 Donasi dari Jamaah GS merauke Rp12.000.000 Rp11.808.300
13 Donasi dari Jakarta Rp3.250.000 Rp15.058.300
14 Belanja mainan anak-anak Rp2.300.000 Rp12.758.300
15 beli keranjang mainan Rp232.000 Rp12.526.300
16 beli jajan buat anak-anak Rp1.092.800 Rp11.433.500
17 beli jilbab buat ibu dan anak pengungsi Rp8.805.000 Rp2.628.500
18 19-Nov Donasi dari Bu Ratna Rp100.000.000 Rp102.628.500
19 Donasi dari masjid al Hanafi Bandung Rp10.000.000 Rp112.628.500
20 Donasi dari MT Qalbun Salim Rp73.500.000 Rp186.128.500
21 20-Nov beli minuman untuk tim asesmen dan pak sahrul Rp36.000 Rp186.092.500
22 beli mangga untuk para pengungsi Rp50.000 Rp186.042.500
23 bensin mobil sewa Rp200.000 Rp185.842.500
24 beri uang untuk tuan rumah Rp300.000 Rp185.542.500
25 21-Nov beli kopyah untuk anak pengungsi Rp470.000 Rp185.072.500
26 beli tv dan parabola plus biaya  pasang Rp3.950.000 Rp181.122.500
27 bantuan listrik untuk para pengungsi Rp200.000 Rp180.922.500
28 bekal buat pak sahrul dan pak ridwan Rp200.000 Rp180.722.500
29 Bantuan untuk para korban bencana di kec. Wani, Kab. Donggala Rp173.500.000 Rp7.222.500
30 22-Nov sewa mobil Rp1.000.000 Rp6.222.500
31 ongkos travel Rp330.000 Rp5.892.500
32 biaya parkir mobil selama di Palu dan lain-lain Rp39.000 Rp5.853.500

Sisa Uang

Rp5.853.500

Demikianlah laporan pertanggungjawaban ini kami tulis. Semoga Allah azza wa jalla menerima amal ibadah kita semua dan semoga Allah azza wa jalla senantiasa memberikan taufik dan keistiqomahan kepada kita semua untuk selalu berada di atas kepada-Nya. Amin.

 

Jember, 25 Rabiul Awwal 1440/ 03 Desember 2018

Ketua Tim Relawan I STDI

 

 

Sanusin Muhammad Yusuf, M.A

Sekretaris

 

 

Winning Son Ashari, S.H

 

Mengetahui,

Pembina

 

Dr. Syafiq Riza Hasan, M.A

 

Lampiran

 

napak tilas tim relawan di lokasi bencana (pantai talise)
napak tilas tim relawan di lokasi bencana (balaroa)

napak tilas tim relawan di lokasi bencana (balaroa)
salah satu bukti adanya kemaksiatan di lokasi bencana (petobo) berupa lembaran togel
lokasi rumah-rumah warga lero tatari yang hancur karena gempa dan tsunami
lokasi rumah-rumah warga lero tatari yang hancur karena gempa dan tsunami
lokasi pembagian sembako di desa lero tatari
Tabligh akbar di desa lero tatari
tim relawan STDI mengunjungi tenda-tenda pengungsi
komunikasi antara relawan tukang STDI dengan tim STDIIS peduli dan Rodja Peduli
kunjungan tim relawan ke kampung binaan STDI I di desa Lero
tabligh akbar di desa Wombo
ust sanusin sedang memberikan pencerahan kepada warga tentang bendera kuning yang menjadi keyakinan sebagian warga dapat menolak bala
bentuk huntara buatan warga desa Wani
bentuk huntara buatan warga desa Wani
suasana pengajaran baca tulis quran untuk anak-anak pengungsi
suasana pengajaran baca tulis quran untuk anak-anak pengungsi
pintu masuk kampung binaan STDI di desa Lero tatari
gotong royong warga untuk pembangunan huntara mereka
ceramah agama untuk ibu-ibu pengungsi
Trauma healing untuk anak-anak pengungsi
Pemasangan TV dakwah di Kampung Binaan STDI
perkembangan pembangunan huntara di desa lero tatari, kampung binaan STDI I
perkembangan pembangunan huntara di desa lero tatari, kampung binaan STDI I
perkembangan pembangunan huntara di desa lero tatari, kampung binaan STDI I
perkembangan pembangunan huntara di desa lero tatari, kampung binaan STDI I
perkembangan pembangunan huntara di desa lero tatari, kampung binaan STDI I
huntara milik bapak Bampe di desa Wani, kampung binaan STDI II
huntara milik bu murni di desa wani, kampung binaan STDI II
huntara milik bu dewi di desa Wani, kampung binaan STDI II
huntara milik pak mustaqim dan bu wismawati di desa Wani, kampung binaan STDI II

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *