Hidupkan Sunnah Ulama Terdahulu, Prodi Ilmu Hadis STDIIS Jember Gelar Dauroh Sama’

Jember (stdiis.ac.id) – Guna mendekatkan mahasiswa kepada salah satu cabang penting ilmu hadis, yakni ilmu riwayah (periwayatan hadis) dan menumbuhkan perhatian mahasiswa terhadap urgensi pembahasan sanad, Prodi Ilmu Hadis STDIIS Jember melaksanakan Daurah Sama’ Khataman Mukhtashar Shahih Bukhari dan pengambilan Sanad Kutubus Sittah.

“(Dauroh ini sebagai) pembekalan ilmu riwayah, karena ilmu Dirayahnya sudah di kelas, jadi inginnya menggabungkan dua-duanya. Jadi, waktu liburan ini dimanfaatkan untuk itu.” Ungkap Ustadz Nur Kholis, M.Th.I., Ketua Prodi Ilmu Hadis STDIIS Jember saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat, whatsapp. (30/12/2019).

Foto: Suasana Dauroh Sama’ di Masjid Ar-Rahmah STDIIS Jember

Acara ini berlangsung selama 4 hari, dari tanggal 27 – 30 Desember 2019, bertempat di lantai 1 Masjid Ar Rahmah STDIIS Jember dan didukung oleh FOKUS (Forum Kajian Ilmu Hadis), HSI (Halaqah Silsilah Ilmiah) Abdullah Roy dan ITC (Indonesian Thaibah Center). Menghadirkan seorang pemateri, yaitu Ustadz Rikrik Aulia Rahman. Dia telah mengambil sanad kitab-kitab hadis dan yang lainnya dari para masyayikh dan asatidzah di beberapa negara seperti Saudi Arabia, Yaman dan India.

Selain dari kalangan mahasiswa, panitia berinisiatif membuka partisipan dari luar kampus. Antusiasme ini pun direspon sigap oleh sekitar 70 peserta dari luar, diantaranya peserta berasal dari Kalimantan, Bogor, Surabaya, Semarang, Jambi, Mojokerto, Malang, dan turut hadir mahasiswa dari kampus UINSA Surabaya dan bahkan peserta terjauh berasal dari Johor, Malaysia.

Foto: Ketua Prodi Ilmu Hadis Menyerahkan Sertifikat Kepada Peserta Asal Johor – Malaysia

Pembahasan dauroh ini meliputi pembacaan kitab Mukhtashar Shahih Bukhari karya Syaikh Asy Syatsri dan pembacaan beberapa kitab dengan sanad yang bersambung kepada penulis kitab, yakni Kutubus sittah dan kitab-kitab dalam ilmu hadis.

“Mudah-mudahan STDI dan rekan-rekan yang ikut di acara yang kemarin khususnya, terus menghidup-hidupkan sunnah-sunnah dari para ulama yang mulai hilang, termasuk diantaranya majelis – majelis sama’ semacam ini, yang bukan hanya hadis, majelis kitab-kitab yang lain juga, fiqih, ilmu hadisnya, terus ushul dan seterusnya.” Pungkas ustadz kelahiran Garut ini.

Dia juga berharap, STDIIS Jember dapat mengadakan hal serupa di lain waktu dengan mendatangkan syeikh yang benar-benar ahli dalam bidangnya, dengan harapan agar mendapatkan sanad atau faidah yang lebih banyak, khususnya bagi para asatidzah dan mahasiswa. “InsyaaAllah ana siap menghubungkan dengan guru-guru ana.” Tuturnya saat mendukung kegiatan ini.


Yusnizar Sufi Ramadhan, S.S.

Humas P3M STDIIS Jember

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *