KEUTAMAAN 10 AWAL DZULHIJJAH

KEUTAMAAN 10 AWAL DZULHIJJAH
DAN KIAT-KIAT MARAIHNYA

================

Allah ta’ala menciptakan dan memilih apa saja yang Ia kehendaki, memilih dan mengutamakan sebagian hari diatas sebagian yang lain dan sebagian bulan diatas bulan yang lain.

Diantara hari-hari yang dipilih dan dimuliakan Allah adalah 10 hari awal Dzulhijjah, hal itu sesuai dengan kehendak, ilmu dan hikmah Allah, agar para hambaNya berlomba-lomba dalam melakukan seluruh keta’atan dan amal sholeh yang akan mendekatkan diri mereka kepada Allah dan mengangkat derajat mereka disisiNya.

Diantara keutamaan dan keistimewaan 10 awal Dzulhijjah sebagai berikut:

1- 10 awal Dzulhijjah adalah hari hari yang paling mulia dalam setahun.
Nabi bersabda:

(أفضل أيام الدنياأيام العشر ـ يعني عشر ذي الحجة ـ قيل: ولا مثلهن في سبيل الله؟ قال : ولا مثلهن في سبيل الله إلا رجل عفر وجهه بالتراب( [ رواه البزار وابن حبان وصححه الألباني]
“Hari-hari dunia yg paling utama adalah hari hari 10 Dzulhijjah. Dikatakan: tidak Ada (amalan) yg menyerupainya dijalan Allah? . Beliau bersabda: tidak ada (amalan) yg menyerupai di Jalan Allah , kecuali seseorang yg mengusapkan wajahnya ketanah (karena tawadhu’ tunduk dan merendahkan diri). (H.R Al Bazzar dan Ibnu Hibban, dishohihkn syaikh Al- Baani)

2- Allah bersumpah dengan malam-malam hari 10 pertama Dzulhijjah.
(والفجر * وليال عشر )
“Demi Fajar dan malam-malam sepuluh”.

Yang dimaksud “sepuluh”: adalah hari sepuluh pertama bulan Dzulhijjah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Abbas dan ulama tafsir lainnya.

Dan tidaklah Allah bersumpah dengan sesutau dari makhluknya kecuali menunjukan akan keutamaannya.

3- 10 Dzulhijjah merupakan hari hari terbaik untuk beramal sholeh, sebagaimana dalam hadits:
(ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام العشر، قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء) .
“Tiada hari hari yang amal sholeh didalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari sepuluh, mereka bertanya: juga jihad dijalan Allah? Beliau shalalallahu’alaihi wasallam bersabda: juga jihad diajalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan diri dan hartanya kemudian ia tidak kembali lagi dengan membawa sesuatu apapun (syahid)”.

4- Pada hari hari tersebut terkumpul didalamnya amal ibadah yang agung yang tidak terkumpul pada hari hari lain, seperti: Sholat, Zakat, Puasa, Haji dan yang lain.

5- Pada hari-hari 10 Dzulhijjah, Allah jadikan sebagai musim haji yang merupakan salah satu ruku islam yang kelima, pada hari-hari tersebut ada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah), dimana para jama’ah haji memulai berihram untuk melaksanakan haji dan bergerak menuju Mina seraya memperbanyak talbiyah.

Didalamnya ada hari Arafah, hari yang terbaik dalam setahun, padanya jama’ah haji wukuf dipadang Arafah.

Dan padanya juga ada hari Raya ‘idul Adha, hari penyembelihan yang merupakan hari yang sangat agung disisi Allah, sebagaimana dalam hadits:
(أعظم الأيام عند الله يوم النحر).
“Hari yang paling agung disisi Allah adalah hari penyembelihan”.

Itulah diantara keutamaan hari hari 10 awal bulan dzulhijjah.

❓Nah, yang menjadi pertanyaan: Bagaimanakah kita mengisi hari-hari yang penuh keberkahan itu, dan kiat-kiat untuk meraih keutamaannya serta amalan apa saja yang disyari’atkan padanya?

✅Jawabannya: Seluruh amal ibadah, baik yang wajib atau sunnah adalah amalan yang disyari’atkan untuk dilakukan pada hari-hari tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing, berdasarkan keikhlasan dan mengikuti sunnah, diantaranya:

1⃣ Bergegas melakukan Sholat fardhu pada waktunya secara berjama’ah dan memperbanyak sholat-sholat sunnah.
Nabi shalallahu’alaihi wasallam bersabda:
(عليك بكثرة السجود لله، فإنك لا تسجد لله سجدة إلا رفعك الله بها درجة، وحط عنك بها خطيئة) رواه مسلم رقم: 488
Hendaklah engkau memperbanyak sujud (sholat) karena Allah, sesungguh engkau tidak melakukan sujud (sholat) kepada Allah satu kali, kecuali Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapus darimu satu kesalahan”. H.R Muslim (no. 488).

2⃣ Puasa.
Sebagian istri nabi shalallahu’alaihi wasallam menuturkan:
(كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم تسع ذي الحجة، ويوم عاشوراء، وثلاثة أيام من كل شهر) رواه أحمد وأبو داود.
“Adalah Nabi shalallahu’alaihi wasallam berpuasa pada hari 9 Dzulhijjah, hari Asyura’ dan tiga hari setiap bulan”. HR Ahmad dan Abu Daud.
Imam Nawawi mengatakan: “Puasa 10 hari awal Dzulhijjah sangat dianjurkan untuk dilakukan”.

Dan yang paling utama adalah puasa tanggal 9 Dzulhijjah, hari arafah, dalam hadits Nabi shalallahu’alaihi wasallam bersabda::
(أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده) رواه مسلم (رقم: 1162).
“Aku Merharap kepada Allah semoga (puasa 9 Dzulhijjah) menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya”. H R Muslim (no. 1162).

3⃣ Banyak berdzikir (Takbir, Tahmid dan Tahlil) serta dzikir pagi dan petang dan dzikir dzikir yang lain serta baca al Qur’an.
Dalam hadits Nabi shalallahu’alaihi wasallam bersabda:
” مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ ” رواه أحمد رقم: 6154.
“Tiada hari yang lebih agung disisi Allah dan amalan pada hari tersebut lebih dicintai Allah daripada hari-hari sepuluh ini, maka banyaklah pada hari tersebut: bertahlil, takbir dan tahmid”. H R Ahmad no. 6154.

Bahkan Ibnu Abbas menafsirkan “hari hari yang telah dimaklumi” dalam firman Allah Ta’ala:
(ويذكروا اسم الله في أيام معلومات) الحج 28 .
“Dan mereka berdzikir menyebut nama Allah pada hari hari yang dimaklumi”.
Yaitu: hari hari sepuluh awal bulan Dzulhijjah.

4⃣ Berkurban pada hari ‘idul Adha (hari penyembelihan) dan hari hari tasyrik.

✂Dan perlu diketahui, bahwa barangsiapa yang ingin berkurban, kemudian telah masuk 10 awal Dzulhijjah maka tidak boleh baginya untuk memotong rambut dan kukunya sampai ia menyembelih hewan kurbannya dihari raya, sebagaimana dalam hadits:
(إذا دخل العشر وأراد أحدكم أن يضحى فليمسك عن شعره وأظفاره)
وفي لفظ: (فلا يمس من شعره ولا بشره شيئا حتى يضحي). رواه أحمد (26474) ومسلم (1977).
“Apabilah telah masuk hari 10 dzulhijjah, dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka hendaklah dia menahan (tidak memotong) rambut dan kukunya”.
Dalam lafadz lain: “Jangan dia memotong rambut dan mengambil sesuatu dari kulitnya sampai dia menyembelih”. H.R Ahmad (26474) dan Muslim (1977).

• Hukum ini hanya khusus bagi mereka yang ingin menyembelih, tidak termasuk keluarga atau karib kerabat serta orang lain yang diikutsertakan dalam niat berkurban.

5⃣ Diantara amalan yang disyari’atkan: Berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain), Silatur rahim, bershadaqah, menjenguk orang sakit dan lain lain, karena semua itu termasuk kedalam amal sholeh yang dicintai Allah untuk dilakukan pada hari hari tersebut.

👆


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *