HIKMAH DAN PELAJARAN DARI PERPUTARAN WAKTU DAN PERGANTIAN TAHUN

tahun baru 2013 kartu ucapan

Seiring dengan perputaran jarum jam, detik demi detik berubah menjadi menit, menit demi menit berubah menjadi jam, jam demi jam berubah menjadi satu hari, siang berganti malam. Hari demi hari, malam demi malam tak terasa sudah satu minggu. Minggu demi minggu tak terasa sudah satu bulan, bulan demi bulan tak terasa sudah satu tahun. Tahun berganti tahun tanpa disadari rambut kita mulai memutih, kulit kita pun mulai mengeriput. Tetapi kita masih merasa seorang perjaka yang muda belia. Kita selalu mempercantik diri dengan berbagai polesan-polesan alat kecantikan. Seolah-olah kita akan hidup selamanya. Kita berpacu memburu karir, memburu pangkat, memburu kekayaan. Kita sama sekali tidak ingat dengan kampung halaman kita yang sebenarnya. Dalam keadaan bergelimang dosa, dalam keadaan tertipu dengan dunia kita dijemput malaikat maut. Harta yang melimpah-ruah, pangkat dan jabatan serta handai taulan tidak dapat menangguhkan malaikat maut dari mencabut nyawa kita. Sungguh beruntunglah orang-orang yang telah mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi tersebut.

Demikian sekilas perjalanan seorang manusia di dunia ini. Maka pada kesempatan kali ini, kita mencoba mencari hikmah dan pelajaran dari perputaran waktu dan pergantian tahun yang kita lalui sepanjang hidup kita, agar kita tidak termasuk orang-orang yang melalaikan waktu di dunia ini dan menjadi orang-orang yang menyesal dikemudian hari, sehinggah meminta untuk kembali kedunia ketika melihat azab yang menyala-nyala di depan mata. Maka sebelum datang masa penyesalan yang panjang, mari kita sesali sekarang selama hayat masih di kandung badan. “sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna”

Allah ta’ala berfirman : ”wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok ( akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik. Tidaklah sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (QS. Al-Hasyr: 18-20)

Sesungguhnya pada pergantian siang dan malam terdapat ‘ibroh dan pelajaran bagi orang-orang yang berfikir.

Allah berfirman :“Allah mempergantikan malam dan siang. Sungguh pada yang demikian itu, pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam). (QS. An-Nur: 44)

Dalam ayat lain Allah berfirman :”dan dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau yang ingin bersyukur. (QS. Al-Furqon: 62)

Diantara hikmah dan pelajaran yang dapat kita sebutkan disini adalah:

  1. Mengingatkan kita akan berakhirnya kehidupan dunia ini beserta segala isinya. Kehidupan dunia hanya sebentar, waktu terasa begitu cepat berjalan meninggalkan kita. Ini adalah pertanda bahwa kiamat semakin dekat.

Nabi bersabda :”Tidak akan berdiri kiamat sampai ilmu (agama) dicabut, banyaknya gempa bumi, cepatnya waktu (bergulir), dan munculnya banyak fitnah (cobaaan).” (HR. Bukhari)

Allah juga berfirman :”Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu. Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Hadid: 20-21)

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu berkata : “Rasulullah pernah memegang kebua pundakku lalu beliau bersabda : “jadilah engkau di dunia ini layaknya orang asing atau seorang musafir.” (HR.Bukhari)

  1. Mengingatkan kita kepada kematian dan alam kubur.

Allah Ta’ala berfirman :”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya’: 35)

Allah juga berfirman :”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati jika kamu bersabar dan bertakwa, maka Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (QS. Ali-Imran: 185-186)

  1. Memotivasi kita untuk segera bertaubat kepada Allah.

Allah berfirman : ”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali-Imran: 133)

Dan dalam firman-Nya :”Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang mukmin yang bersamanya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Tahrim: 8)

  1. Memotivasi kita untuk melakukan amal shalih serta meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah.

Allah Ta’ala berfirman :”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-Ashr: 1-3)

Dan dalam sebuah hadis, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Manfaatkanlah yang lima sebelum yang lima, masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, dan waktu luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Hakim, shahih)

Dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah bersabda : “Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba di hari kiamat kelak sampai ditanyakan kepadanya tentang empat perkara. Tentang umurnya untuk apa dia lewati, tentang masa mudanya untuk apa dia habiskan, dan tentang hartanya darimana dia dapatkan, dan kemana ia belanjakan, dan tentang ilmunya apa yang telah ia amalkan.” (Diriwatkan oleh Baihaqi, Bazzar, dan Thabrani dengan sanad yang shahih)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu ia berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :”Dua nikmat yang banyak orang tertipu dan lalai terhadap keduanya, kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Dan sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berwasiat kepada kita : ”Jika engkau berada di waktu sore janganlah engkau menunggu sampai datang waktu pagi, dan apabila engkau berada di pagi hari janganlah engkau menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, dan masa hidupmu, sebelum datang kematianmu.” (HR. Bukhari)

Dan Nabi bersabda kepada Ibnu Abbas : ”Kenalilah dan mendekatlah kepada Allah di masa bahagiamu, maka Allah akan mendekat dan menolongmu di masa sulitmu.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahamad dengan sanad yang shahih)

  1. Menatap masa depan dengan penuh harapan dan tawakkal kepada A

Tahun 1433 H telah berlalu dan tahun 2012 M akan segera pergi dari kita dengan segala kebaikan dan keburukannya. Maka jangan kita dibuai mimpi tahun yang lalu. Apalagi merasa puas dan bangga dengan amalan-amalan kita yang lalu. Justru kita harusnya merasa cemas dan khawatir jika amalan kita tersebut ada hal-hal yang menghambat untuk diterima Allah.

Allah Ta’ala berfirman :”Dan orang-orang yang memberikan apa yang Telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya”.

Jika kita termasuk orang yang lalai pada tahun lalu mari pada tahun ini kita memperbaiki diri. Menatap masa depan dengan penuh harap atas segala ampunan Allah terhadap segala dosa. Mari kita memperbaiki kualitas iman dan amal ibadah kita.

Allah Ta’ala berfirman :”Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Dan ikutilah sebaik-baik apa yang Telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, Supaya jangan ada orang yang mengatakan: “Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah ).”

 

Oleh: Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Dosen STDI Imam Syafi’i


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *